Bapperida Jember dan Unair Tuntaskan Pemetaan Potensi Desa untuk Dorong Ekonomi Daerah
- 01 September 2026
- Dibaca 33 Kali
Bagikan Via:
Bapperida Jember dan Unair Tuntaskan Pemetaan Potensi Desa untuk Dorong Ekonomi Daerah
JEMBER, 01 SEPTEMBER 2026 – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Jember menggelar forum paparan Laporan Akhir Kajian Pemetaan Potensi Desa Kabupaten Jember di Ruang Rapat Lobi Bupati Jember, Senin 31 Agustus 2026.
Riset ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Bapperida Jember dan Laboratorium Pengembangan Ekonomi Pembangunan (LPEP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (Unair).
Agenda tersebut dihadiri berbagai pemangku kepentingan lintas sektor. Selain perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait dan pihak kecamatan, forum ini juga melibatkan kelompok masyarakat seperti Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Kelompok Tani (Poktan), hingga Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) se-Kabupaten Jember.
Pemetaan potensi desa berfokus pada lima sektor acuan utama perekonomian daerah, yakni pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan, perdagangan dan jasa, serta pariwisata. Kajian ini dirancang untuk memetakan kluster komoditas unggulan sekaligus rantai nilai ekonomi hingga tingkat akar rumput.
Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bapperida Kabupaten Jember, Ibnu Sahid, mengapresiasi kerja sama tersebut sembari menekankan pentingnya hasil kajian yang berorientasi pada aksi nyata.
"Kami sangat mengapresiasi hasil kajian dari tim LPEP FEB Unair ini. Namun, tolok ukur keberhasilan riset bukan sekadar seberapa banyak potensi desa yang berhasil dicatat, melainkan bagaimana data tersebut bisa dieksekusi menjadi kebijakan, program investasi, hingga kegiatan nyata di desa," ujar Ibnu.
Ia menambahkan bahwa rekomendasi akhir harus secara tegas menjawab potensi unggulan daerah, lokasi spesifik, OPD pengampu, serta dampak langsungnya terhadap peningkatan ekonomi warga.
Melalui penuntasan laporan akhir ini, Bapperida Jember berkomitmen menjadikan hasil riset sebagai basis data dinamis. Langkah ini diharapkan mampu merumuskan arah kebijakan pembangunan ekonomi wilayah yang tepat sasaran, inklusif, dan berkesinambungan. (tqr)