Bimtek Kinerja dan Beban Kerja, Perkuat Profesionalisme Kepala Sekolah dan Guru Jember
- 07 Oktober 2026
- Dibaca 18 Kali
Bagikan Via:
Bimtek Kinerja dan Beban Kerja, Perkuat Profesionalisme Kepala Sekolah dan Guru Jember
JEMBER, 07 OKTOBER 2026 - Upaya memperkuat kualitas tata kelola pendidikan terus dilakukan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember. Salah satunya melalui kegiatan Bimbingan Teknis Kinerja dan Beban Kerja Kepala Sekolah dan Guru yang digelar di Hall Hotel Aston Jember, Rabu 07 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi ruang bagi para kepala sekolah dan guru untuk memahami kembali tanggung jawab, kinerja, serta beban kerja sebagai bagian penting dalam memberikan layanan pendidikan kepada peserta didik.
Suasana kegiatan berlangsung penuh perhatian. Para peserta mengikuti pemaparan materi dan berdiskusi mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan tugas mereka di satuan pendidikan. Bagi kepala sekolah dan guru, pemahaman mengenai kinerja dan beban kerja menjadi penting agar tugas yang dijalankan tidak hanya memenuhi kewajiban administratif, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap kualitas pembelajaran.
Bimbingan teknis tersebut dibuka oleh Tulus Wijayanto, S.Pd., M.Si., yang hadir mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember yang berhalangan hadir. Dalam kesempatan tersebut, Tulus menyampaikan gambaran mengenai besarnya sumber daya aparatur yang berada dalam lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember, khususnya pada sektor pendidikan.
Ia menjelaskan bahwa jumlah ASN yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember mencapai 11.880 orang. Sementara itu, apabila dihitung secara keseluruhan, jumlah ASN di Kabupaten Jember dari seluruh perangkat daerah mencapai sekitar 21.350 orang.
“Di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember terdapat 11.880 ASN. Jumlah tersebut merupakan bagian dari total ASN Kabupaten Jember yang mencapai 21.350 orang. Besarnya jumlah ini menunjukkan bahwa sektor pendidikan memiliki sumber daya manusia yang sangat besar sekaligus tanggung jawab yang besar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Tulus Wijayanto.
Menurut Tulus, Wijayanato, jumlah tersebut menjadi kekuatan sekaligus tantangan. Banyaknya guru dan tenaga pendidikan harus diiringi dengan pengelolaan kinerja yang baik agar setiap aparatur dapat menjalankan tugas sesuai tanggung jawabnya. Dengan demikian, keberadaan ASN di bidang pendidikan benar-benar memberikan kontribusi terhadap peningkatan mutu layanan pendidikan.
Bimtek tersebut juga menjadi momentum untuk menyamakan pemahaman mengenai kinerja dan beban kerja. Kepala sekolah memiliki tanggung jawab tidak hanya dalam mengelola administrasi satuan pendidikan, tetapi juga memimpin proses pembelajaran, membangun budaya sekolah, serta memastikan guru dan tenaga kependidikan dapat bekerja secara optimal.
Sementara itu, guru memiliki tugas utama dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran, melakukan penilaian, membimbing peserta didik, serta menjalankan tugas tambahan sesuai ketentuan. Pengelolaan beban kerja yang baik diharapkan dapat membantu guru menjalankan berbagai tanggung jawab tersebut secara lebih terarah.
Kebijakan nasional mengenai pengelolaan kinerja kepala sekolah sendiri menempatkan kinerja sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan pembelajaran dan tata kelola satuan pendidikan, bukan sekadar pemenuhan administrasi.
Hal tersebut menjadi penting karena kepala sekolah dan guru merupakan dua unsur yang bersentuhan langsung dengan proses pendidikan. Kepala sekolah menentukan arah pengelolaan satuan pendidikan, sedangkan guru berada di garis depan dalam mendampingi peserta didik di ruang kelas.
Tulus Wijayanto menambahkan, peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan komitmen bersama. Kepala sekolah dan guru perlu memahami bahwa setiap tugas yang dilaksanakan pada akhirnya bermuara pada kepentingan peserta didik.
“Yang paling penting adalah bagaimana kinerja dan beban kerja yang kita jalankan dapat memberikan manfaat nyata. Jangan sampai administrasi menjadi tujuan akhir. Semua harus bermuara pada peningkatan pelayanan dan kualitas pendidikan bagi anak-anak kita,” katanya. (puja)