Sigenting Perkuat Pendampingan Keluarga Sasaran, Upaya Cegah Stunting di Jember Makin Terarah
- 29 Agustus 2026
- Dibaca 33 Kali
Bagikan Via:
Sigenting Perkuat Pendampingan Keluarga Sasaran, Upaya Cegah Stunting di Jember Makin Terarah
JEMBER, 29 AGUSTUS 2026 – Upaya memperkuat pendampingan keluarga sasaran dalam Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) di Kabupaten Jember terus dikembangkan. Salah satunya melalui pemanfaatan Sigenting sebagai sistem pemantauan data sasaran dan perkembangan intervensi.
Pemanfaatan Sigenting menjadi salah satu pembahasan dalam kegiatan penguatan koordinasi, pemahaman, dan sinergi pelaksanaan Genting yang digelar Jumat, 28 Agustus 2026, di UPT Balai Diklat KKB Jember, Jalan Kalimantan.
Kegiatan tersebut diikuti Kepala UPT Balai Diklat KKB Jember, penyuluh KB se-Kabupaten Jember, perwakilan kader, Bidang PPKBKS Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Jember, Baznas Kabupaten Jember, Lazismu Kabupaten Jember, Direktur YPSM, Forum Genre Jember, serta operator Sigenting Kabupaten Jember.
Genting yang didorong Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) menyasar keluarga pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), meliputi ibu hamil, ibu menyusui, bayi di bawah dua tahun (baduta), dan balita.
Pendampingan kelompok tersebut membutuhkan pemantauan berkelanjutan agar kebutuhan setiap keluarga dapat diketahui dan dukungan yang diberikan sesuai dengan kondisi di lapangan.
Dalam kegiatan tersebut, Muhammad Anshori, S.Sos., memaparkan pemanfaatan situs web Sigenting untuk membantu proses pemantauan sasaran. Melalui sistem ini, pihak yang terlibat dalam pendampingan dapat melihat data sasaran sekaligus memantau perkembangan intervensi yang telah diberikan.
“Melalui Sigenting, kita bisa melihat sasaran secara lebih detail, mulai dari siapa sasarannya, bagaimana perkembangannya, apa yang masih menjadi kebutuhan, hingga intervensi apa yang sudah dilakukan. Jadi, data yang ada tidak hanya berhenti sebagai informasi, tetapi bisa menjadi dasar untuk menentukan tindak lanjut dan bantuan yang dibutuhkan oleh masing-masing sasaran,” jelasnya.
Pemanfaatan data tersebut memungkinkan perkembangan keluarga sasaran dipantau dari waktu ke waktu. Informasi yang tersedia juga dapat membantu mengidentifikasi kebutuhan yang belum terpenuhi sehingga pendamping dapat menentukan langkah tindak lanjut secara lebih terarah.
Dalam pelaksanaannya, kader memiliki peran penting karena berada dekat dengan keluarga sasaran. Kader dapat membantu memastikan kondisi keluarga di lapangan tetap terpantau sekaligus mendukung pembaruan informasi mengenai perkembangan keluarga yang didampingi.
Karena itu, penguatan pemahaman terhadap Sigenting menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Genting. Para pihak yang terlibat diharapkan tidak hanya mampu membaca data, tetapi juga memahami cara memanfaatkannya sebagai dasar pendampingan dan penentuan tindak lanjut.
Ke depan, pemanfaatan Sigenting diharapkan semakin memperkuat pelaksanaan Genting di Kabupaten Jember. Data yang tersedia dapat membantu mempertemukan kondisi dan kebutuhan keluarga dengan bentuk dukungan yang sesuai sehingga intervensi dapat diberikan secara lebih tepat, cepat, dan berkelanjutan.
Dengan pengelolaan data dan kolaborasi yang semakin kuat, Sigenting diharapkan tidak sekadar menjadi sarana pencatatan, tetapi turut mendukung proses pendampingan keluarga secara berkelanjutan dalam upaya mempercepat penurunan stunting di Kabupaten Jember. (nay)