Bimtek Tanaman Sayur dan Obat di Jember Perkuat Keterampilan Petani
- 17 September 2026
- Dibaca 12 Kali
Bagikan Via:
Bimtek Tanaman Sayur dan Obat di Jember Perkuat Keterampilan Petani
JEMBER, 17 SEPTEMBER 2026 - Penguatan budidaya tanaman sayur dan tanaman obat di Jember tidak hanya diarahkan pada pemberian materi. Peserta juga disiapkan untuk memahami penggunaan sarana pendukung budidaya, termasuk cara mengoperasikan dan merawat kultivator yang diberikan kepada kelompok tani.
Hal itu menjadi bagian dari Bimbingan Teknis (Bimtek) Tanaman Sayur dan Tanaman Obat yang digelar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur di Kabupaten Jember, dengan melibatkan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Jember dalam pelaksanaannya di lapangan, Rabu 16 September 2026.
Pada tahap awal, materi Bimtek masih didominasi pembelajaran teori terkait tanaman sayur dan tanaman obat. Peserta juga diperkenalkan dengan sejumlah bahan yang akan digunakan dalam pembelajaran lanjutan, seperti soil block, PGPR, serta benih tomat, cabai besar, dan cabai kecil.
Sementara itu, bantuan kultivator menjadi bagian yang langsung disertai pembekalan teknis. Pihak penyedia alat turut hadir agar peserta dapat berkonsultasi mengenai pengoperasian, penggunaan perangkat, hingga perawatan kultivator.
Anita dari Bidang Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur meminta bantuan tersebut dimanfaatkan sekaligus dirawat oleh kelompok tani. “Monggo apapun itu yang jadi kendala dalam pengoperasian kultivator bisa ditanyakan,” ujarnya.
Kepala Bidang Hortikultura DTPHP Jember, Agung Satrio Setiawan, juga menekankan pentingnya menjaga sarana pertanian yang telah diberikan agar manfaatnya dapat dirasakan bersama. “Jadi jangan cuma dipakai saja tapi dijaga, dipelihara, supaya awet dan bisa bermanfaat untuk semua anggota kelompok,” jelasnya.
Rangkaian Bimtek direncanakan berlangsung dalam tiga pertemuan. Pembelajaran berikutnya akan dilanjutkan sesuai kondisi di lapangan, termasuk pendalaman materi dan evaluasi pada akhir rangkaian. Dengan pola tersebut, kegiatan tidak berhenti pada pemberian teori, tetapi diarahkan untuk membangun kemampuan yang dapat diterapkan dalam kegiatan budidaya serta pemanfaatan alat pertanian di kelompok tani. (fan)