logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Patrang

Bintorice, Beras Analog Rendah Glikemik Karya Mahasiswa Unej Siap Jadi Komoditas Unggulan Bintoro

  • 06 Juli 2026
  • Dibaca 50 Kali
Bagikan Via:
bintorice-beras-analog-rendah-glikemik-karya-mahasiswa-unej-siap-jadi-komoditas-unggulan-bintoro-20260707

Bintorice, Beras Analog Rendah Glikemik Karya Mahasiswa Unej Siap Jadi Komoditas Unggulan Bintoro

JEMBER, 06 JULI 2026 - Pemerintah Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, resmi menjalin sinergi dengan Universitas Jember (Unej) untuk mematangkan pelaksanaan Program Mahasiswa Berdesa (Promahadesa) 2026.

Kolaborasi strategis ini ditandai dengan kunjungan koordinasi para mahasiswa di Kantor Kelurahan Bintoro pada Senin, 06 Juli 2026, guna meluncurkan inovasi pangan fungsional yang berfokus pada kesehatan preventif dan penguatan ekonomi sirkular.

Dalam pertemuan tersebut, tim mahasiswa memaparkan program kerja bertajuk "Bintorice: Inovasi Beras Analog Mocaf, Jagung, dan Kacang Hijau Sukorambi untuk Pencegahan DM Tipe 2 dan Penguatan Ekonomi Kelurahan Bintoro". Langkah awal ini bertujuan menyelaraskan rancangan program dengan kebutuhan riil dan karakteristik wilayah setempat.

Bintorice merupakan produk beras tiruan (analog) fungsional yang tidak berbahan dasar padi, melainkan mengombinasikan tiga potensi pangan lokal yang melimpah, yaitu tepung Mocaf (Modified Cassava Flour), jagung, serta kacang hijau pilihan asli wilayah Sukorambi.

Formulasi ketiga bahan alami tersebut menghasilkan produk pangan dengan indeks glikemik rendah. Karakteristik inilah yang membuatnya sangat aman dikonsumsi sebagai langkah pencegahan dini sekaligus terapi nutrisi bagi penderita Diabetes Melitus (DM) Tipe 2.

Selain berfokus pada intervensi kesehatan, program ini dirancang secara komprehensif melalui transfer teknologi pangan kepada warga. Melalui pelatihan produksi terstruktur, inovasi ini diharapkan dapat membuka peluang industri rumah tangga baru yang mampu menggerakkan sektor UMKM dan memperkuat ekonomi sirkular di Kelurahan Bintoro.

Lurah Bintoro, Pairi, S.T., M.Si., menyatakan komitmen penuh untuk memfasilitasi dan menyukseskan seluruh rangkaian program Promahadesa 2026 agar memberikan dampak optimal bagi masyarakat.

"Kami sangat menyambut baik dan mendukung penuh inisiatif dari mahasiswa Universitas Jember. Inovasi 'Bintorice' ini sangat aplikatif, cerdas, dan solutif. Menggabungkan misi kesehatan dengan penguatan ekonomi kerakyatan berbasis pangan lokal adalah langkah strategis yang visioner. Kelurahan Bintoro siap bersinergi dan memfasilitasi kebutuhan lapangan agar program ini berkelanjutan," ujar Pairi.

Koordinasi teknis dilanjutkan bersama Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial (Kasi PMKS) Kelurahan Bintoro, Assyifa Minggu, S.I.P. Bersama tim mahasiswa, dilakukan pemetaan kelompok sasaran seperti kader kesehatan, ibu-ibu PKK, dan Kelompok Wanita Tani (KWT). Kelompok-kelompok ini nantinya akan dilatih dalam aspek produksi, pengemasan, hingga higiene pangan.

Assyifa Minggu berharap masyarakat Bintoro dapat menyerap transfer teknologi ini dengan maksimal. Menurutnya, produk ini berpotensi besar menjadi komoditas UMKM unggulan yang meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus derajat kesehatan masyarakat.

Sebagai tindak lanjut, jajaran kelurahan dan tim mahasiswa telah menyusun rencana aksi peninjauan lapangan (timeline pelaksanaan). Dalam waktu dekat, mahasiswa akan memulai sosialisasi intensif ke tingkat Rukun Warga (RW) demi menjaring partisipasi aktif warga.

Melalui kolaborasi ini, Promahadesa 2026 diharapkan mampu menjadi proyek percontohan (pilot project) daerah dalam menyelesaikan isu kesehatan kronis sejalan dengan pemulihan ekonomi lokal. (fzr)

Galeri Foto