logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Jenggawah

Blusukan di Bulan Puasa Bupati Jember: Safari Ramadan Jadi Ruang Serap Aspirasi Warga

  • 10 Maret 2026
  • Dibaca 224 Kali
Bagikan Via:
blusukan-di-bulan-puasa-bupati-jember-safari-ramadan-jadi-ruang-serap-aspirasi-warga-20260311

Blusukan di Bulan Puasa Bupati Jember: Safari Ramadan Jadi Ruang Serap Aspirasi Warga

JEMBER, 10 MARET 2026 - Momentum Safari Ramadan dimanfaatkan Bupati Jember, Muhammad Fawait, untuk turun langsung menemui masyarakat dalam sebuah agenda yang dapat disebut sebagai “Temu Tokoh Masyarakat”.

Kegiatan yang digelar di Kecamatan Kalisat Jalan Mawar, Glagahwero, Kalisat, pada Senin, 09 Maret 2026 ini, tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang dialog terbuka antara pemerintah daerah dan masyarakat untuk menyerap berbagai aspirasi warga.

Kegiatan Safari Ramadan tersebut turut dihadiri oleh Camat Kalisat Nuryadi, S.STP., M.M., Kapolsek Kalisat Iptu Ika Mufid Dati, S.E., M.Psi., serta Danramil Kalisat Kapten Inf. M. Hari Yuwono. Kehadiran unsur pemerintah kecamatan dan aparat keamanan ini menunjukkan sinergi lintas sektor dalam mendukung agenda pemerintah daerah yang lebih dekat dengan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, bupati yang akrab disapa Gus Fawait ini menyampaikan, Safari Ramadan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial tahunan. Ia menegaskan bahwa agenda ini dimanfaatkan untuk mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat dari desa ke desa, sekaligus memastikan program pemerintah daerah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga.

“Safari Ramadan ini bukan hanya kegiatan silaturahmi. Kami ingin menjadikannya sebagai ruang komunikasi langsung dengan masyarakat. Dari sini kami bisa mendengar keluhan, masukan, dan harapan warga secara langsung,” ujar Gus Fawait saat berdialog dengan masyarakat di Kecamatan Kalisat.

Suasana dialog berlangsung hangat dan terbuka. Warga yang hadir diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi di tingkat desa.

Dalam kesempatan itu, Gus Fawait juga menyampaikan kabar baik terkait program pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Jember. Ia menjelaskan bahwa mulai 1 April mendatang, seluruh warga Jember yang memiliki KTP Jember dapat memperoleh layanan pengobatan secara gratis.

“Insyaallah mulai 1 April nanti, seluruh warga Jember yang memiliki KTP Jember jika sakit bisa berobat secara gratis. Ini merupakan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan akses kesehatan yang lebih mudah dan merata bagi masyarakat,” tegasnya.

Program tersebut, lanjutnya, merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya bagi warga yang selama ini terkendala biaya ketika membutuhkan pelayanan medis.

Selain membahas sektor kesehatan, Gus Fawait juga memperkenalkan program inovatif yang diberi nama Peta Cinta. Program ini dirancang untuk mempermudah masyarakat dalam mengurus dokumen kependudukan, khususnya pencetakan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Melalui program tersebut, masyarakat tidak lagi harus datang ke kantor dinas di tingkat kabupaten. Proses pencetakan KTP dapat dilakukan langsung di kantor kecamatan dengan dukungan ketersediaan blanko yang memadai.

“Lewat program Peta Cinta, masyarakat tidak perlu jauh-jauh datang ke kabupaten hanya untuk mencetak KTP. Cukup di kecamatan saja, insyaAllah blanko selalu tersedia, prosesnya bisa langsung dilakukan. Ini bentuk komitmen kami untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Gus Fawait.

Sementara itu, Camat Kalisat Nuryadi menyambut baik kegiatan Safari Ramadan yang digelar di wilayahnya. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pimpinan daerah.

“Kegiatan seperti ini sangat positif karena masyarakat bisa berdialog langsung dengan Bupati. Aspirasi yang biasanya membutuhkan waktu lama untuk tersampaikan, kini bisa langsung didengar oleh pimpinan daerah,” ujarnya.

Melalui kegiatan Safari Ramadan ini, Pemerintah Kabupaten Jember berharap dapat memperkuat kedekatan antara pemerintah dan masyarakat. Pendekatan langsung seperti ini juga diharapkan mampu menciptakan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan warga, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di bulan suci Ramadan. (fnd)