BPBD Jember Asesmen Dampak Kekeringan, Sumur Warga Belum Pulih Meski Hujan Turun
- 29 Oktober 2026
- Dibaca 38 Kali
Bagikan Via:
BPBD Jember Asesmen Dampak Kekeringan, Sumur Warga Belum Pulih Meski Hujan Turun
JEMBER, 29 OKTOBER 2026 – Hujan dengan intensitas sedang hingga deras mulai mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Jember, Jawa Timur. Namun, turunnya hujan belum serta-merta mengakhiri persoalan kekeringan. Sejumlah sumur warga masih belum menunjukkan kenaikan volume air yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember melakukan patroli perkembangan bencana kekeringan pada Kamis, 29 Oktober 2026. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui kondisi terkini sejumlah wilayah terdampak sekaligus memastikan kebutuhan air bersih masyarakat.
Anggota TRC BPBD Kabupaten Jember, Iwan Mujiartono, mengatakan, hasil pemantauan menunjukkan sebagian lokasi mengalami sedikit peningkatan ketersediaan air setelah hujan turun. Namun, kondisi tersebut belum cukup untuk memulihkan sumber air warga.
“Di Jambuan, setelah hujan dengan intensitas sedang hingga deras, ketersediaan air mengalami sedikit peningkatan sekitar lima sentimeter. Tetapi peningkatan itu masih belum mencukupi untuk kebutuhan dasar warga, terutama memasak dan minum,” ujar Iwan.
Pemantauan dilakukan di Lingkungan Jambuan RT 02/RW 12, Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari. Wilayah tersebut tercatat dihuni 105 keluarga terdampak kekeringan.
Kondisi serupa ditemukan di Lingkungan Pakem RT 02/RW 03, Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari. Sebanyak 60 keluarga masih terdampak. Meskipun hujan sedang hingga deras turun, volume air sumur warga belum mengalami kenaikan berarti.
“Air sumur warga masih belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, khususnya untuk memasak dan minum,” kata Iwan.
Kondisi serupa juga ditemukan di Lingkungan Karanganyar RT 01/RW 17, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates. Sebanyak 40 keluarga terdampak kekeringan masih menghadapi keterbatasan air meski hujan telah turun dengan intensitas sedang hingga deras.
Sementara itu, di Dusun Jatian, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, yang mencakup RT 01-02/RW 005 dan RT 01-02/RW 006, terdapat 155 keluarga terdampak. Hujan yang turun masih berupa gerimis dan belum meningkatkan volume air sumur warga.
Secara keseluruhan, sedikitnya 360 keluarga masih terdampak kekeringan di empat lokasi yang dipantau BPBD Jember.
Patroli tersebut dilakukan berdasarkan perintah Kepala BPBD Kabupaten Jember serta menindaklanjuti pemantauan Pusdalops BPBD pada 27 Oktober 2026. Saat itu, hujan ringan hingga sedang terpantau di sejumlah wilayah Jember. Pemantauan juga mempertimbangkan peringatan dini cuaca BMKG Jawa Timur pada 28 Oktober mengenai potensi hujan sedang hingga deras yang disertai angin kencang.
Dalam penanganan, TRC-PB BPBD Jember melakukan koordinasi dengan perangkat wilayah, asesmen kondisi terdampak, serta pengecekan sumber mata air dan sumur warga. Kegiatan dimulai pukul 11.00 WIB dan penanganan lapangan selesai sekitar pukul 17.00 WIB.
BPBD merekomendasikan pemantauan berkala dan asesmen ulang sekitar 20 hari mendatang. Distribusi air bersih juga tetap dilakukan sesuai jadwal untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi.
“Penanganan tidak berhenti hanya karena hujan sudah turun. Kami tetap melakukan pemantauan karena kenaikan air sumur belum merata dan belum mencukupi kebutuhan warga,” ujar Iwan.
Dalam kegiatan tersebut, BPBD Jember melibatkan RT/RW, relawan, dan masyarakat setempat. Tidak terdapat kendala selama pelaksanaan pemantauan. (tgh)