logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

BPBD Jember Bekali 52 Siswa SD Al Munawwiriy Teknik Selamat Saat Gempa

  • 04 September 2026
  • Dibaca 128 Kali
Bagikan Via:
bpbd-jember-bekali-52-siswa-sd-al-munawwiriy-teknik-selamat-saat-gempa-20260904

BPBD Jember Bekali 52 Siswa SD Al Munawwiriy Teknik Selamat Saat Gempa

JEMBER, 04 SEPTEMBER 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember memberikan edukasi tanggap bencana kepada 52 siswa SD Al Munawwiriy Islamic School, Kecamatan Sumbersari, Jumat, 04 September 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya BPBD Jember meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan bencana di lingkungan satuan pendidikan, terutama bagi anak-anak yang dinilai perlu memahami langkah penyelamatan diri sejak dini.

Sosialisasi dilaksanakan berdasarkan Surat Kepala Sekolah SD Al Munawwiriy Islamic School Nomor 097/SD_AIS/VI/2026 tentang Permohonan Sosialisasi Tanggap Bencana. Kegiatan berlangsung di sekolah yang berada di Jalan Koptu Berlian, Jalan Jambuan Nomor 8, Jambutan, Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Jember Maryani, S.Kom., M.M. mengatakan, edukasi kebencanaan kepada siswa tidak cukup hanya melalui penyampaian teori. Menurut dia, anak-anak perlu diberikan pemahaman sekaligus kesempatan mempraktikkan tindakan penyelamatan yang dapat dilakukan ketika bencana terjadi.

“Anak-anak perlu mengetahui apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana, khususnya gempa bumi. Pengetahuan dasar dan latihan sederhana diharapkan dapat membantu mereka melindungi diri serta mengurangi risiko cedera,” kata Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan.

Materi sosialisasi disampaikan kepada siswa kelas 2 hingga kelas 5. Materi meliputi pengertian bencana, jenis-jenis bencana, serta tindakan yang perlu dilakukan ketika menghadapi situasi darurat.

Pemateri Fikri Auzan, S.T. juga memberikan penjelasan mengenai langkah perlindungan diri ketika gempa bumi terjadi. Para siswa kemudian diajak mempraktikkan teknik Drop, Cover, and Hold On, yakni segera merendahkan atau menjatuhkan posisi tubuh, berlindung di tempat yang aman, kemudian berpegangan hingga guncangan berhenti.

Selain itu, siswa mempraktikkan cara melindungi kepala tanpa menggunakan alat bantu. Praktik tersebut ditujukan agar siswa memiliki respons yang lebih tepat apabila sewaktu-waktu menghadapi guncangan gempa di lingkungan sekolah maupun di tempat lain.

“Yang kami bangun bukan rasa takut terhadap bencana, tetapi kesiapan untuk menghadapi bencana. Anak-anak harus tahu cara menyelamatkan diri dan tidak panik ketika terjadi keadaan darurat,” ujar Maryani, S.Kom., M.M.

Tim BPBD Jember berangkat menuju lokasi sekitar pukul 08.15 WIB. Penyampaian materi dimulai pukul 08.30 WIB dan seluruh rangkaian kegiatan selesai sekitar pukul 10.00 WIB. Selain BPBD Jember, kegiatan juga dihadiri mahasiswi magang dari FISIP Universitas Jember.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Jember, berharap edukasi semacam ini dapat mendorong terbentuknya budaya sadar bencana di lingkungan sekolah. Dengan pengetahuan yang memadai, warga sekolah diharapkan mampu menjadi lebih waspada, tanggap, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana.

BPBD Jember juga mendorong penguatan koordinasi dengan satuan pendidikan agar edukasi, pencegahan, dan kesiapsiagaan bencana dapat dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya ketika terjadi bencana.

“Sekolah merupakan salah satu lingkungan penting untuk membangun kesiapsiagaan sejak usia dini. Sinergi antara BPBD dan sekolah perlu terus diperkuat agar pengetahuan kebencanaan menjadi bagian dari budaya keselamatan di lingkungan pendidikan,” kata Maryani.(tgh)

Galeri Foto