Budidaya Ikan Terus Dikembangkan, Kelompok Desa Gugut Mulai Rasakan Manfaat Ekonomi
- 22 September 2026
- Dibaca 16 Kali
Bagikan Via:
Budidaya Ikan Terus Dikembangkan, Kelompok Desa Gugut Mulai Rasakan Manfaat Ekonomi
JEMBER, 22 SEPTEMBER 2026 - Program bantuan Satu Kolam Satu Keluarga di Desa Gugut terus dikembangkan sebagai salah satu upaya mendorong masyarakat memanfaatkan budidaya ikan sebagai peluang usaha sekaligus sumber tambahan pendapatan.
Hal tersebut terlihat dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang dilaksanakan oleh Bidang Perikanan Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Jember bersama penerima bantuan di Desa Gugut, Senin 21 September 2026.
Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan pemantauan terhadap perkembangan budidaya yang saat ini telah memasuki pelaksanaan siklus kedua. Evaluasi dilakukan untuk melihat perkembangan kegiatan sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi kelompok selama menjalankan usaha budidaya.
Pada siklus pertama, penerima bantuan telah merasakan manfaat ekonomi dari hasil budidaya dengan pendapatan sekitar Rp300.000 per orang dalam satu siklus. Capaian tersebut menjadi dorongan bagi kelompok untuk terus mengembangkan pengelolaan kolam secara lebih optimal.
Ketua Kelompok, Ahmadi, menyampaikan bahwa hasil dari siklus pertama memberikan pengalaman sekaligus motivasi bagi anggota untuk memperbaiki pengelolaan pada siklus berikutnya.
“Dari siklus pertama, kami sudah merasakan manfaatnya. Memang masih ada kendala dalam budidaya, terutama kematian ikan, biaya pakan dan harga jual. Ke depan kami berharap pengelolaan bisa lebih baik sehingga hasil yang diperoleh anggota juga meningkat,” ujar Ahmadi.
Dalam evaluasi, sejumlah tantangan turut menjadi perhatian, di antaranya tingkat kematian ikan sekitar 30 persen, tingginya harga pakan yang berpengaruh terhadap biaya operasional, serta harga jual ikan di tingkat pasar yang dinilai masih kurang menguntungkan. Kelompok juga menghadapi adanya potongan timbangan sekitar 5 persen saat proses panen oleh pengepul.
Kabid Perikanan DKPPP Kabupaten Jember, Adi Selamet, S.Pi., M.Pi., mengatakan bahwa monitoring dan evaluasi dilakukan untuk melihat perkembangan program sekaligus memastikan bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.
“Monitoring dan evaluasi ini menjadi bagian penting untuk melihat perkembangan budidaya sekaligus mengetahui kendala yang dihadapi kelompok. Kami mendorong agar setiap kendala dapat menjadi bahan evaluasi bersama, sehingga pengelolaan kolam semakin baik dan hasil budidaya dapat memberikan manfaat ekonomi bagi anggota kelompok,” ujar Adi Selamet.
Ia menambahkan, selain memperhatikan aspek produksi, kelompok juga perlu memperkuat efisiensi biaya dan pemasaran agar hasil budidaya memiliki nilai ekonomi yang lebih optimal.
“Tidak hanya produksi yang perlu diperhatikan, tetapi juga bagaimana menekan biaya operasional dan memperluas akses pemasaran. Dengan pengelolaan yang lebih baik dan pemasaran yang tepat, kami berharap program Satu Kolam Satu Keluarga dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tambahnya.
Kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi agar pengelolaan budidaya tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga memperkuat efisiensi biaya dan akses pemasaran. Salah satu upaya yang didorong adalah membangun kerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai alternatif akses pemasaran hasil panen.
Melalui perluasan jaringan pemasaran, hasil budidaya diharapkan dapat terserap dengan lebih baik dan memberikan nilai ekonomi yang lebih optimal bagi penerima bantuan.
DKPPP Kabupaten Jember terus mendorong agar bantuan Satu Kolam Satu Keluarga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Selain menjadi sarana budidaya, program tersebut diharapkan berkembang menjadi peluang usaha produktif yang mampu memberikan tambahan pendapatan serta membuka kesempatan ekonomi baru bagi masyarakat. (div)