Bukan Berebut Menghindar, Petani Sumberjambe Justru Antusias Ingin Bercerita, Ungkap Manfaat Program Pemkab Jember
- 01 Juli 2026
- Dibaca 12 Kali
Bagikan Via:
Bukan Berebut Menghindar, Petani Sumberjambe Justru Antusias Ingin Bercerita, Ungkap Manfaat Program Pemkab Jember
JEMBER, 01 JULI 2026 – Pemandangan berbeda terlihat dalam kegiatan Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa) yang digelar di Kecamatan Sumberjambe, Senin, 29 Juni 2026. Jika biasanya para petani saling menunjuk atau melempar kesempatan saat diminta memberikan keterangan kepada media, kali ini justru muncul sosok yang dengan penuh semangat mendaftarkan diri untuk diwawancarai.
Ia adalah Rudi Heriyanto, anggota Kelompok Tani Mandiri Desa Sumberpakem. Tanpa diminta, Rudi mendatangi tim media Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember untuk menyampaikan langsung pengalamannya merasakan manfaat berbagai program Pemerintah Kabupaten Jember.
Menurut Rudi, keinginannya berbicara di depan kamera bukan untuk mencari perhatian ataupun berharap mendapat bantuan tambahan dari pemerintah. Ia mengaku hanya ingin menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas berbagai program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh keluarganya.
"Saya memang sengaja ingin diwawancarai. Bukan supaya dikenal atau dilihat pemerintah, tetapi karena saya ingin menyampaikan apa yang benar-benar saya rasakan. Saya merasa sangat terbantu dengan program-program yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Jember," ujar Rudi.
Rudi menuturkan bahwa manfaat yang ia rasakan tidak hanya berkaitan dengan sektor pertanian. Pengalaman paling berkesan terjadi ketika istrinya harus menjalani operasi persalinan. Saat itu dirinya belum memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan, sementara biaya yang dimiliki untuk persalinan juga sangat terbatas.
Dalam kondisi tersebut, Rudi mengaku sempat merasa bingung karena khawatir tidak mampu membayar seluruh biaya pelayanan rumah sakit. Namun melalui program Universal Health Coverage (UHC) yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Jember, seluruh proses pelayanan kesehatan yang dibutuhkan istrinya dapat ditanggung tanpa biaya.
"Waktu istri saya harus operasi melahirkan, saya benar-benar khawatir karena belum punya BPJS dan uang yang saya siapkan juga tidak banyak. Alhamdulillah ada program UHC dari Pemerintah Kabupaten Jember. Semua pelayanan di rumah sakit bisa kami dapatkan tanpa dipungut biaya. Itu sangat membantu keluarga kami. Saya tidak akan pernah lupa dengan bantuan itu," ungkapnya.
Selain pelayanan kesehatan, Rudi juga mengaku merasakan perubahan yang cukup signifikan dalam urusan memperoleh pupuk bersubsidi. Sebagai petani, ketersediaan pupuk menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas lahan.
Ia menjelaskan bahwa saat ini pupuk bersubsidi jauh lebih mudah diperoleh dibandingkan sebelumnya. Menurutnya, salah satu penyebabnya adalah kegiatan verifikasi dan validasi (verval) kios pupuk bersubsidi yang secara rutin dilakukan oleh tim DTPHP Kabupaten Jember.
"Dulu kadang kami kesulitan mencari pupuk. Sekarang ketika saya datang ke kios sesuai data di e-RDKK, pupuk sudah tersedia dan harganya juga sesuai ketentuan. Menurut saya ini karena pemerintah terus melakukan pengawasan melalui kegiatan verval kios pupuk. Kami sebagai petani benar-benar merasakan manfaatnya," katanya.
Rudi menilai langkah pemerintah dalam memastikan distribusi pupuk berjalan sesuai aturan telah memberikan rasa tenang kepada petani. Ketersediaan pupuk yang lebih baik membuat petani dapat menyiapkan musim tanam tanpa rasa khawatir terhadap kelangkaan maupun harga yang tidak sesuai ketentuan.
Kehadiran Rudi yang dengan sukarela ingin menyampaikan testimoni menjadi warna tersendiri dalam kegiatan Bunga Desaku di Kecamatan Sumberjambe. Di tengah kebiasaan sebagian masyarakat yang masih merasa canggung berbicara di depan kamera, Rudi justru memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas pelayanan yang telah diterimanya.
Baginya, keberhasilan sebuah program tidak hanya terlihat dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Pengalaman keluarganya dalam memperoleh layanan kesehatan gratis melalui UHC serta kemudahan mendapatkan pupuk bersubsidi menjadi bukti bahwa program pemerintah telah memberikan dampak positif bagi kehidupan warga.
"Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Jember. Saya sudah merasakan sendiri manfaatnya, mulai dari pelayanan kesehatan sampai kebutuhan pupuk untuk bertani. Semoga program-program seperti ini terus berjalan karena benar-benar membantu masyarakat kecil seperti kami," tutup Rudi.
Kisah Rudi Heriyanto menjadi salah satu potret nyata bahwa berbagai program Pemerintah Kabupaten Jember tidak hanya berhenti sebagai kebijakan di atas kertas, tetapi telah dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Melalui kegiatan Bunga Desaku, pemerintah tidak hanya mendekatkan pelayanan kepada warga, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pengalaman, aspirasi, sekaligus rasa syukur atas pelayanan publik yang mereka terima. (ima)