Sinergi Cegah Stunting Sejak Dini, Kelurahan Tegal Besar Dorong Bimbingan Perkawinan sebagai Program Strategis
- 09 Juni 2026
- Dibaca 48 Kali
Bagikan Via:
Sinergi Cegah Stunting Sejak Dini, Kelurahan Tegal Besar Dorong Bimbingan Perkawinan sebagai Program Strategis
JEMBER, 09 JUNI 2026 – Pendopo Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, menjadi lokasi rapat pemetaan dan penyusunan rujukan strategis penurunan angka stunting yang melibatkan berbagai unsur masyarakat. Kegiatan yang digelar di ruang pertemuan pendopo tersebut dihadiri Lurah Tegal Besar Maria Hardijanti, perangkat kelurahan, tenaga kesehatan, kader Posyandu, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat.
Dalam forum tersebut, tokoh agama Tegal Besar, Sugiyanto Hidayatullah, menyampaikan pandangan strategis terkait upaya pencegahan stunting. Menurutnya, pencegahan stunting harus dimulai sejak tahap persiapan pernikahan, bukan hanya saat masa kehamilan atau setelah anak dilahirkan.
"Saya menegaskan bahwa setiap calon mempelai, baik laki-laki maupun perempuan, perlu mengikuti bimbingan perkawinan sebelum akad nikah dilaksanakan. Langkah ini merupakan upaya awal yang sangat penting untuk menekan angka stunting di wilayah Tegal Besar maupun Kecamatan Kaliwates," ujar Sugiyanto dalam pemaparannya, Selasa 09 Juni 2026.
Ia menjelaskan, materi bimbingan perkawinan tidak hanya berfokus pada hak dan kewajiban suami istri dari sisi keagamaan, tetapi juga perlu mencakup edukasi kesehatan reproduksi, pemenuhan gizi bagi pasangan usia subur, persiapan kehamilan sehat, hingga pola pengasuhan dan pemantauan tumbuh kembang anak sesuai standar kesehatan.
Menurutnya, stunting merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis yang prosesnya dapat dimulai sejak masa kehamilan. Karena itu, pasangan yang akan menikah perlu dibekali pengetahuan yang memadai agar mampu mempersiapkan keluarga sehat sejak awal.
"Jika calon pengantin telah memiliki pemahaman yang baik tentang kesehatan dan gizi, risiko gangguan pertumbuhan pada anak dapat dicegah lebih dini. Upaya pencegahan harus dilakukan dari akar permasalahan, bukan hanya ketika dampaknya sudah muncul," jelasnya.
Gagasan tersebut mendapat apresiasi dari Lurah Tegal Besar, Maria Hardijanti. Ia menilai masukan yang disampaikan Sugiyanto sejalan dengan upaya pemerintah dalam mempercepat penurunan angka stunting melalui pendekatan yang lebih komprehensif.
"Pandangan yang disampaikan Bapak Sugiyanto memberikan perspektif baru bagi kita semua. Selama ini perhatian lebih banyak tertuju pada ibu hamil dan balita, padahal persiapan sebelum menikah juga memiliki peran penting. Gagasan ini akan kami kaji sebagai salah satu rekomendasi program kelurahan yang dapat dilaksanakan bersama lembaga keagamaan dan Puskesmas," ujar Maria.
Melalui rapat tersebut, para peserta juga membahas berbagai langkah kolaboratif yang dapat dilakukan untuk memperkuat upaya pencegahan stunting di tingkat masyarakat. Diharapkan, sinergi antara pemerintah kelurahan, tenaga kesehatan, tokoh agama, dan masyarakat mampu mempercepat penurunan angka stunting serta mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. (fik)