logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Pendidikan

Jangan Sampai Pemuda Jember Tidak Kuliah, Gus Fawait Siapkan 4.200 Kuota Baru Beasiswa Cinta Bergema

  • 17 Juli 2026
  • Dibaca 93 Kali
Bagikan Via:
jangan-sampai-pemuda-jember-tidak-kuliah-gus-fawait-siapkan-4200-kuota-baru-beasiswa-cinta-bergema-20260718

Jangan Sampai Pemuda Jember Tidak Kuliah, Gus Fawait Siapkan 4.200 Kuota Baru Beasiswa Cinta Bergema

JEMBER, 17 JULI 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat melalui program Beasiswa Cinta Bergema. Dalam kegiatan Pro Gus'e Update yang digelar di SMP Negeri 1 Jember, Jumat 17 Juli 2026, Bupati Jember Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait menegaskan bahwa tidak boleh ada anak muda Jember yang gagal melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi hanya karena keterbatasan biaya.

Di hadapan peserta kegiatan, Gus Fawait menyampaikan bahwa sepanjang pelaksanaan program tahun ajaran 2025–2026, sebanyak 7.000 beasiswa telah berhasil disalurkan kepada mahasiswa asal Kabupaten Jember. Program tersebut menjadi salah satu bentuk nyata keberpihakan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda untuk meraih pendidikan tinggi.

Memasuki tahun ajaran 2026-2027, Pemerintah Kabupaten Jember kembali membuka kesempatan bagi masyarakat melalui penyediaan 4.200 kuota baru Beasiswa Cinta Bergema yang dapat dimanfaatkan untuk melanjutkan studi di berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

"Jangan khawatir masyarakat Jember tidak kuliah. Manfaatkan Beasiswa Cinta Bergema. Kami ingin memastikan bahwa tidak ada anak-anak Jember yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan tinggi hanya karena persoalan biaya," tegas Gus Fawait.

Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan masa depan daerah. Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya memperluas akses pendidikan melalui berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Gus Fawait juga memberikan kabar baik bagi mahasiswa yang telah menerima Beasiswa Cinta Bergema pada tahun ajaran 2025-2026. Ia memastikan bahwa mereka tidak perlu mengikuti proses seleksi maupun ujian kembali untuk memperoleh beasiswa pada tahun ajaran berikutnya.

Mahasiswa penerima beasiswa hanya diwajibkan melakukan daftar ulang sesuai ketentuan yang berlaku serta tetap berstatus aktif sebagai mahasiswa pada tahun ajaran 2026-2027. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian bagi para penerima sehingga mereka dapat lebih fokus menyelesaikan studi tanpa terbebani proses seleksi ulang.

Langkah ini juga menjadi bentuk kepercayaan pemerintah kepada mahasiswa yang telah menunjukkan komitmennya dalam menjalani pendidikan. Dengan proses administrasi yang lebih sederhana, diharapkan pelayanan kepada mahasiswa penerima beasiswa menjadi semakin efektif dan efisien.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Fawait menjelaskan bahwa Beasiswa Cinta Bergema tidak hanya membuka peluang untuk kuliah di perguruan tinggi negeri, tetapi juga perguruan tinggi swasta yang telah bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Jember. Mahasiswa dapat memilih kampus yang sesuai dengan minat, bakat, maupun program studi yang diinginkan di berbagai wilayah Indonesia.

Ia berharap semakin banyak lulusan SMA, SMK, maupun MA di Kabupaten Jember yang berani melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam menghadapi tantangan pembangunan dan persaingan dunia kerja di masa depan.

Program ini juga diharapkan mampu mengurangi angka lulusan sekolah menengah yang tidak melanjutkan pendidikan, sekaligus meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi di Kabupaten Jember.

Selain membahas beasiswa dalam negeri, Gus Fawait juga menyinggung peluang pengembangan program beasiswa luar negeri. Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Jember belum membuka program beasiswa luar negeri, namun peluang tersebut sedang dalam tahap pengkajian.

Menurutnya, pemerintah sedang melakukan percepatan evaluasi sekaligus menjajaki kerja sama dengan sejumlah institusi pendidikan luar negeri agar ke depan masyarakat Jember memiliki kesempatan belajar di tingkat internasional.

"Untuk beasiswa luar negeri memang belum ada. Namun saat ini masih dalam tahap pengkajian, percepatan, dan evaluasi. Kami sedang menjalin komunikasi untuk kerja sama, termasuk dengan Al Azhar dan perguruan tinggi di China, agar masyarakat Jember nantinya memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke luar negeri," ujar Gus Fawait.

Rencana tersebut menjadi sinyal positif bahwa Pemerintah Kabupaten Jember tidak hanya berfokus pada pemerataan akses pendidikan di dalam negeri, tetapi juga mulai mempersiapkan generasi muda agar mampu bersaing di tingkat global melalui pendidikan internasional.

Antusiasme masyarakat terhadap program Beasiswa Cinta Bergema terus meningkat sejak pertama kali diluncurkan. Banyak keluarga yang mengaku terbantu karena anak-anak mereka dapat melanjutkan pendidikan tanpa harus terbebani biaya kuliah yang cukup besar.

Program ini juga menjadi bagian dari visi Pemerintah Kabupaten Jember dalam menciptakan generasi yang cerdas, berdaya saing, dan siap menghadapi perubahan zaman. Melalui pendidikan tinggi, diharapkan akan lahir tenaga profesional, wirausahawan, akademisi, hingga pemimpin masa depan yang berasal dari putra-putri terbaik Kabupaten Jember.

Dengan tambahan 4.200 kuota baru pada tahun ajaran 2026–2027, Pemerintah Kabupaten Jember optimistis semakin banyak generasi muda yang dapat mengakses pendidikan tinggi. Keberlanjutan program ini menjadi bukti bahwa pembangunan sumber daya manusia menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah.

Di akhir penyampaiannya, Gus Fawait kembali mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik-baiknya. Ia menegaskan bahwa pemerintah telah berusaha menghadirkan solusi agar persoalan ekonomi tidak lagi menjadi alasan berhenti sekolah.

"Kami ingin anak-anak Jember memiliki mimpi yang tinggi. Jangan takut bercita-cita menjadi dokter, guru, insinyur, pengusaha, peneliti, atau profesi lainnya. Pemerintah hadir melalui Beasiswa Cinta Bergema agar kesempatan kuliah terbuka seluas-luasnya bagi masyarakat Jember," pungkasnya.

Melalui komitmen tersebut, Pemerintah Kabupaten Jember berharap Beasiswa Cinta Bergema tidak hanya menjadi bantuan biaya pendidikan, tetapi juga menjadi jembatan lahirnya generasi unggul yang mampu membawa Jember semakin maju. Dengan ribuan beasiswa yang telah tersalurkan dan ribuan kuota baru yang disiapkan, pesan yang ingin disampaikan pemerintah sangat jelas: jangan sampai ada masyarakat Jember yang gagal kuliah karena keterbatasan biaya. (hz)

Galeri Foto