logo ppid jember kim
Oleh : Kelurahan Tegal Gede

Pemeriksaan Kesehatan dan Rontgen Gratis di Pustu Tegalgede, Upaya Deteksi Dini Penyakit Tuberkulosis di Tengah Masyarakat

  • 08 Juni 2026
  • Dibaca 37 Kali
Bagikan Via:
pemeriksaan-kesehatan-dan-rontgen-gratis-di-pustu-tegalgede-upaya-deteksi-dini-penyakit-tuberkulosis-di-tengah-masyarakat-20260612

Pemeriksaan Kesehatan dan Rontgen Gratis di Pustu Tegalgede, Upaya Deteksi Dini Penyakit Tuberkulosis di Tengah Masyarakat

Jember – Upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit Tuberkulosis (TB) terus digencarkan melalui berbagai program kesehatan yang menyentuh langsung masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis dan layanan rontgen dada gratis yang dilaksanakan pada Jumat, 5 Juni 2026, di Puskesmas Pembantu (Pustu) Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Sumbersari.

Kegiatan yang digelar oleh tim kesehatan dari Puskesmas Sumbersari tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sejak pagi hari, warga tampak memadati lokasi pemeriksaan untuk memanfaatkan layanan kesehatan yang disediakan secara cuma-cuma. Tidak hanya warga Kelurahan Tegalgede, sejumlah masyarakat dari wilayah sekitar juga turut hadir mengikuti kegiatan skrining kesehatan tersebut.

Hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Tegalgede, Shierley Aisyah, S.T., M.M., Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial (PMKS) Kelurahan Tegalgede, Suliman, S.Sos., Kepala Puskesmas Sumbersari dr. Dinda, penanggung jawab Program Tuberkulosis (TB) Diana, serta 11 tenaga kesehatan yang bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Program ini secara khusus menyasar kelompok masyarakat yang memiliki faktor risiko Tuberkulosis, di antaranya warga yang mengalami batuk berkepanjangan lebih dari dua minggu, pernah melakukan kontak erat atau tinggal serumah dengan penderita TB, memiliki kadar gula darah tinggi atau penderita diabetes melitus, serta anak usia di atas lima tahun yang berat badannya tidak mengalami kenaikan dalam waktu lama. Kelompok tersebut menjadi prioritas karena memiliki risiko lebih tinggi terhadap penularan maupun perkembangan penyakit TB.

Dalam pelaksanaannya, masyarakat yang ingin mengikuti pemeriksaan diwajibkan membawa fotokopi KTP dan Kartu Keluarga (KK) sebagai syarat administrasi. Setelah melakukan pendaftaran, peserta menjalani pemeriksaan awal berupa pengukuran tekanan darah dan pemeriksaan gula darah. Tahapan ini dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan dasar peserta sekaligus mengidentifikasi faktor risiko yang dapat memengaruhi kondisi kesehatan secara umum.

Setelah pemeriksaan awal, peserta diarahkan menuju layanan rontgen dada sebagai bagian dari skrining Tuberkulosis. Pemeriksaan rontgen dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan adanya kelainan pada paru-paru yang dapat mengarah pada indikasi TB maupun penyakit pernapasan lainnya.

Hasil rontgen yang telah selesai kemudian langsung dibawa oleh peserta ke meja konsultasi bersama Kepala Puskesmas Sumbersari, dr. Dinda. Dalam sesi tersebut, peserta memperoleh penjelasan secara langsung mengenai hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, termasuk kondisi paru-paru dan langkah tindak lanjut yang perlu dilakukan apabila ditemukan indikasi penyakit tertentu.

Apabila dari hasil skrining ditemukan dugaan Tuberkulosis atau gangguan kesehatan lainnya, peserta akan diarahkan untuk mengikuti pemeriksaan lanjutan dan mendapatkan pendampingan pengobatan sesuai prosedur yang berlaku di Puskesmas Sumbersari. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memperoleh hasil pemeriksaan, tetapi juga akses terhadap layanan kesehatan lanjutan yang dibutuhkan.

Lurah Tegalgede, Shierley Aisyah, S.T., M.M., menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pelayanan kesehatan jemput bola seperti ini sangat membantu masyarakat dalam memperoleh akses pemeriksaan kesehatan secara mudah dan cepat.

"Kami sangat mendukung kegiatan skrining kesehatan dan deteksi dini TB ini. Melalui pemeriksaan yang dilakukan sejak awal, masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatannya sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat. Semakin dini penyakit ditemukan, semakin besar peluang kesembuhan dan semakin kecil risiko penularannya kepada orang lain," ujarnya.

Sementara itu, Diana selaku penanggung jawab Program TB menjelaskan bahwa skrining aktif di tengah masyarakat menjadi salah satu strategi penting dalam menekan angka kasus Tuberkulosis. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang tidak menyadari gejala awal TB sehingga pemeriksaan dini menjadi langkah yang sangat diperlukan.

"Kami berharap masyarakat tidak ragu untuk memeriksakan diri, terutama jika mengalami batuk lama atau memiliki riwayat kontak dengan penderita TB. Melalui kegiatan seperti ini, kasus dapat ditemukan lebih cepat sehingga pengobatan bisa segera diberikan," jelasnya.

Kasi PMKS Kelurahan Tegalgede, Suliman, S.Sos., menambahkan bahwa pihak kelurahan akan terus mendukung program-program kesehatan yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah kelurahan, puskesmas, kader kesehatan, dan masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan upaya pencegahan penyakit menular di lingkungan warga.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan dan rontgen gratis tersebut berlangsung tertib dan lancar hingga selesai. Tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan secara berkala. Melalui kegiatan ini, diharapkan upaya deteksi dini Tuberkulosis dapat semakin optimal sehingga mendukung terwujudnya masyarakat Tegalgede yang sehat, produktif, dan bebas dari penyakit menular.

Galeri Foto