Desa Suci Jember Bidik Predikat 'Desa Berseri' Jatim, Andalkan Ekosistem Lingkungan Organik Berbasis Warga
- 29 Juni 2026
- Dibaca 24 Kali
Bagikan Via:
Desa Suci Jember Bidik Predikat 'Desa Berseri' Jatim, Andalkan Ekosistem Lingkungan Organik Berbasis Warga
JEMBER, 29 JUNI 2026 – Pemerintah Desa (Pemdes) Suci, Kecamatan Panti, semakin mantap melangkah ke kancah regional. Setelah sukses melewati seleksi ketat di tingkat kabupaten, Desa Suci kini gencar mematangkan persiapan guna menghadapi tim verifikasi lapangan dalam Penilaian Program "Desa Berseri" (Bersih, Sehat, Lestari, dan Indah) tingkat Provinsi Jawa Timur.
Agenda bergengsi yang digawangi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ini menjadi momentum penting bagi Desa Suci untuk membuktikan komitmennya dalam pengelolaan lingkungan hidup berkelanjutan berbasis pemberdayaan masyarakat. Targetnya jelas: membawa pulang predikat terbaik sekaligus menjaga konsistensi warga dalam melestarikan alam jangka panjang.
Program Desa Berseri tingkat provinsi ini memiliki indikator penilaian yang komprehensif. Aspek tersebut meliputi kebijakan desa terkait lingkungan, pengelolaan sampah dan limbah, pemanfaatan ruang terbuka hijau (RTH), serta partisipasi aktif masyarakat. Untuk memenuhi standar tinggi tersebut, Pemdes Suci menggelar rapat koordinasi lintas sektor guna memastikan seluruh poin penilaian terpenuhi.
Kepala Desa Suci, Akhamad Suyuthi, M.Pd., menegaskan bahwa esensi dari keikutsertaan dalam perlombaan ini bukan sekadar mengejar piala atau piagam penghargaan. Jauh lebih penting, ajang ini menjadi instrumen untuk mengukur sejauh mana kesadaran lingkungan telah mengakar menjadi budaya sehari-hari masyarakat.
"Menuju penilaian tingkat provinsi ini, kami bergerak secara simultan. Dokumen administrasi dan regulasi desa terus kami lengkapi, sementara aksi fisik di lapangan terus digenjot setiap hari. Kami ingin tim penilai provinsi melihat bahwa apa yang ada di Desa Suci ini bukanlah dekorasi dadakan untuk lomba, melainkan sebuah ekosistem lingkungan yang memang sudah berjalan secara organik berkat kesadaran warga," ujar Akhamad Suyuthi, Senin 29 Juni 2026.
Atmosfer gotong royong pun kental terasa di setiap sudut dusun. Warga secara swadaya melakukan penataan lingkungan, mulai dari pengecatan pembatas jalan, pembuatan taman Tanaman Obat Keluarga (Toga) mini di pekarangan rumah, hingga optimalisasi sistem pemilahan sampah dari hulu rumah tangga.
Beberapa titik fokus penilaian meliputi peningkatan kapasitas sistem pengelolaan sampah mandiri. Sampah anorganik bernilai ekonomis dipilah secara rapi, sedangkan sampah organik diolah menjadi kompos. Selain itu, pemanfaatan pekarangan dengan teknik hidroponik dan penanaman sayur dalam pot menjadi keunggulan desa untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga. Pemdes juga menggalakkan penanaman pohon pelindung di sepanjang jalan utama untuk memperluas RTH dan menjaga pasokan air bawah tanah.
Persiapan matang ini mendapat apresiasi dan pengawalan ketat dari Pemerintah Kecamatan Panti yang rutin menurunkan tim pendamping teknis. Camat Panti, Hendra Kusuma, menyatakan optimisme tingginya terhadap modal sosial berupa kekompakan warga Desa Suci yang diyakini mampu mencuri perhatian para juri.
"Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Desa dan seluruh warga Desa Suci yang telah menunjukkan progres luar biasa. Sinergi seperti inilah yang kita butuhkan. Desa Suci bukan hanya membawa nama desa sendiri, melainkan membawa nama baik seluruh wilayah kecamatan di tingkat provinsi. Kami sangat optimistis Desa Suci mampu menjadi role model bagi desa-desa lainnya," kata Hendra Kusuma.
Melalui sinergi yang harmonis antara regulasi pemerintah desa, bimbingan pihak kecamatan, dan aksi nyata masyarakat, Desa Suci kini siap menyambut kehadiran Tim Penilai Provinsi dengan keyakinan penuh untuk meraih predikat "Desa Berseri" yang sesungguhnya. (jha)