Tanah Longsor di Kaliwates Jember Ancam Akses Jalan dan Sembilan Kepala Keluarga
- 16 Februari 2026
- Dibaca 498 Kali
Bagikan Via:
Tanah Longsor di Kaliwates Jember Ancam Akses Jalan dan Sembilan Kepala Keluarga
Peristiwa tanah longsor kembali terjadi di wilayah Kabupaten Jember pada Minggu malam, 15 Februari 2026, sekitar pukul 22.00 WIB. Kejadian ini berlokasi di Lingkungan Krajan, RT 004 RW 005, Kelurahan Kaliwates, Kecamatan Kaliwates. Longsor terjadi pada tebing sungai yang berada di sekitar akses jalan warga, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan lingkungan sekitar. Pemerintah daerah melalui BPBD Kabupaten Jember segera menerima laporan dan melakukan penanganan awal di lokasi kejadian.
Dampak tanah longsor cukup signifikan, terutama pada infrastruktur lingkungan warga. Tebing sungai dengan panjang sekitar 12 meter dan tinggi kurang lebih 20 meter mengalami longsor dan menggerus jalan setapak yang biasa digunakan warga untuk beraktivitas sehari-hari. Kondisi tersebut mengakibatkan akses jalan warga terancam putus dan membahayakan keselamatan pengguna jalan. Selain itu, longsor ini juga berpotensi mengancam sedikitnya sembilan kepala keluarga yang bermukim di sekitar lokasi kejadian.
Berdasarkan kronologis, kejadian ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah Jember selama lebih dari tujuh jam pada Jumat, 13 Februari 2026. Sebelumnya, BMKG telah mengeluarkan rilis kewaspadaan cuaca ekstrem di Jawa Timur untuk periode 10 hingga 20 Februari 2026. Curah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan kenaikan debit air aliran sungai secara drastis. Kondisi tersebut mengakibatkan tanah di sepadan sungai menjadi labil hingga akhirnya terjadi longsor.
Kondisi terkini di lokasi menunjukkan bahwa warga telah berupaya melakukan penanganan darurat secara swadaya. Warga memasang terpal di area rawan longsor dan melakukan pembronjongan secara gotong royong untuk menahan pergerakan tanah. Namun demikian, longsor susulan masih terjadi sehingga meningkatkan risiko bagi permukiman di sekitarnya. Rencananya, pada Senin, 16 Februari 2026, warga akan kembali melakukan pemasangan terpal dan melanjutkan proses pembronjongan guna memperkuat tebing sungai sementara waktu.
BPBD Kabupaten Jember bersama unsur terkait telah melakukan asesmen dan koordinasi di lokasi kejadian pada Minggu malam. Sebagai bentuk penanganan awal, BPBD mendistribusikan tiga lembar terpal kepada warga terdampak. Kegiatan penanganan darurat tersebut selesai sekitar pukul 21.45 WIB. Selain itu, laporan kejadian ini juga diteruskan kepada instansi terkait, termasuk BNPB, sebagai bahan koordinasi dan dukungan penanganan lanjutan.
Dalam rekomendasinya, BPBD mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi. Pemerintah daerah juga akan meneruskan laporan ini kepada dinas teknis terkait untuk melakukan penanganan pascakejadian secara lebih permanen, khususnya pada tebing sungai yang rawan longsor. Sinergi antara pemerintah, relawan, DESTANA Kaliwates, dan warga diharapkan dapat meminimalkan risiko serta mencegah dampak yang lebih besar akibat longsor susulan.