logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan

Bukan Sekadar Beli Sembako, Tinta di Jari Jadi “Tanda Lolos” Operasi Pasar Murah di Pasar Tegal Besar

  • 14 Agustus 2026
  • Dibaca 12 Kali
Bagikan Via:
bukan-sekadar-beli-sembako-tinta-di-jari-jadi-tanda-lolos-operasi-pasar-murah-di-pasar-tegal-besar-20260815

Bukan Sekadar Beli Sembako, Tinta di Jari Jadi “Tanda Lolos” Operasi Pasar Murah di Pasar Tegal Besar

JEMBER, 14 AGUSTUS 2026 - Ada pemandangan yang berbeda dalam pelaksanaan operasi pasar yang digelar Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Jember di Pasar Tegal Besar,. Jika biasanya warga yang selesai membeli bahan pokok murah cukup membawa pulang beras dan minyak goreng, kali ini mereka juga mendapatkan “tanda” khusus berupa tinta pada jari.

Tinta tersebut bukan sekadar tanda biasa. Coretan kecil di jari warga menjadi bagian dari mekanisme pengaturan pembelian dalam operasi pasar. Setelah mendapatkan beras dan minyak goreng, warga yang telah memperoleh jatah diberi tanda tinta sebagai penanda bahwa mereka sudah mengikuti dan mendapatkan bagian dalam kegiatan operasi pasar.

Sekilas, langkah tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun di tengah tingginya antusiasme masyarakat terhadap bahan pokok dengan harga lebih terjangkau, tanda tinta itu memiliki fungsi penting: mencegah pembelian berulang oleh orang yang sama dan membantu memastikan barang yang tersedia dapat dinikmati lebih banyak warga.

Operasi pasar pada dasarnya merupakan salah satu instrumen pemerintah untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

Dalam pelaksanaannya, tantangan yang muncul bukan hanya persoalan ketersediaan barang, tetapi juga bagaimana komoditas tersebut dapat menjangkau sebanyak mungkin masyarakat yang membutuhkan. Hal tersebut menjadi semakin penting ketika minat warga tinggi.

Beras dan minyak goreng merupakan dua komoditas yang hampir selalu menjadi perhatian masyarakat karena keduanya termasuk kebutuhan dasar rumah tangga. Ketika harga bahan pokok mengalami perubahan, pengeluaran rumah tangga ikut terdampak.

Karena itu, kehadiran operasi pasar menjadi salah satu kesempatan yang dinantikan masyarakat untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih ringan. Namun, harga murah juga bisa mendatangkan persoalan baru apabila tidak disertai mekanisme distribusi yang jelas. Maka dari itu, Mekanisme tanda tinta di Pasar Tegal Besar menjadi jawaban sederhana atas persoalan tersebut.

Seperti yang disampaikan Kaepala bidang Perdagangan dan Pengendalian Bapokting Diskopumdag Jember, Lilik Makhfiyah, S.Pd, M.Pd.  Dia menilai penggunaan tanda tinta dalam operasi pasar di Pasar Tegal Besar cukup efektif untuk mencegah pembelian berulang.

“Tanda tinta ini membantu petugas mengetahui warga yang sudah mendapatkan beras dan minyak goreng. Dengan begitu, warga yang sudah menerima bagian tidak kembali membeli, sehingga kesempatan bisa diberikan kepada masyarakat lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, langkah sederhana tersebut juga membuat antrean lebih tertib dan membantu memastikan pembagian bahan pokok murah berjalan lebih merata. (hna)

Galeri Foto