logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak

Bukan Sekadar Salurkan Bansos, Pendamping PKH Jember Kini Dilatih Jadi Benteng Literasi Keuangan KPM

  • 01 Oktober 2026
  • Dibaca 20 Kali
Bagikan Via:
bukan-sekadar-salurkan-bansos-pendamping-pkh-jember-kini-dilatih-jadi-benteng-literasi-keuangan-kpm-20261002

Bukan Sekadar Salurkan Bansos, Pendamping PKH Jember Kini Dilatih Jadi Benteng Literasi Keuangan KPM

JEMBER, 01 OKTOBER 2026 - Peran Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Jember kini diperluas. Tak hanya memastikan bantuan sosial tersalurkan tepat sasaran, ratusan pendamping PKH juga dipersiapkan menjadi edukator literasi keuangan dan perlindungan konsumen bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Training of Trainers (TOT) "Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah dan Perlindungan Konsumen" yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember di Aula BI Jember, Rabu 30 September 2026.

Sekretaris Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Jember, Sri Rahayu Wilujeng, mengatakan pendamping PKH memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat penerima bantuan.

"Apresiasi yang mendalam kami sampaikan kepada KPwBI Jember atas inisiatif kolaboratif ini. Pendamping PKH merupakan ujung tombak yang bersentuhan langsung dengan KPM setiap hari. Langkah ini memperkuat peran mereka sebagai agen perubahan dalam meningkatkan pemahaman keuangan masyarakat," ujar Sri Rahayu.

Menurut dia, pemahaman terhadap Rupiah tidak sebatas mengenali dan menggunakan mata uang nasional, tetapi juga berkaitan dengan sikap dan perilaku masyarakat dalam mengelola keuangan.

"Menanamkan Cinta Rupiah berarti menjaga uang kita, Bangga Rupiah memupuk jiwa nasionalisme, dan Paham Rupiah mengajarkan cara membelanjakannya secara rasional. Di tengah kompleksnya produk keuangan dan transaksi digital saat ini, KPM harus memiliki ketahanan finansial serta pemahaman perlindungan konsumen agar tidak mudah tergiur atau dirugikan," katanya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember, Iqbal Reza Nugraha, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, keterlibatan pendamping PKH dapat memperluas jangkauan edukasi hingga ke tingkat masyarakat.

"Pendamping PKH adalah mitra kunci yang berada di garis terdepan. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan Rupiah dihormati sebagai simbol kedaulatan bangsa. Lebih dari itu, pemahaman perlindungan konsumen menjadi perisai utama agar masyarakat terhindar dari risiko dan potensi kerugian dalam transaksi digital saat ini," ujar Iqbal Reza Nugraha.

Komitmen tersebut kemudian diperkuat melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara KPwBI Jember dan Dinsos PPPA Kabupaten Jember terkait perluasan edukator CBP Rupiah dan Perlindungan Konsumen.

Setelah prosesi penandatanganan nota kesepahaman, para pendamping PKH mengikuti pemaparan materi dari tim Bank Indonesia Jember. Materi tersebut mencakup pemahaman mengenai CBP Rupiah serta aspek perlindungan konsumen yang relevan dengan perkembangan transaksi keuangan digital.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi pijakan untuk memperluas edukasi keuangan kepada KPM. Dengan demikian, masyarakat penerima bantuan sosial tidak hanya mendapat dukungan untuk meningkatkan kesejahteraan, tetapi juga memiliki pemahaman yang lebih baik dalam mengelola keuangan dan menghadapi risiko transaksi di era digital. (ysf)

Galeri Foto