BUMDES CITRA MANDIRI SULAP LAHAN DESA JADI WISATA KELUARGA TERJANGKAU
- 28 Desember 2025
- Dibaca 1171 Kali
Bagikan Via:
BUMDES CITRA MANDIRI SULAP LAHAN DESA JADI WISATA KELUARGA TERJANGKAU
BUMDES CITRA MANDIRI SULAP LAHAN DESA JADI WISATA KELUARGA TERJANGKAU
Upaya menghadirkan wisata terjangkau bagi masyarakat terus dilakukan BUMDes Citra Mandiri, Desa Arjasa, Kabupaten Jember. Salah satu langkah nyatanya adalah mengembangkan wahana kolam renang anak yang kini menjadi magnet baru wisata keluarga.
Suasana riuh penuh tawa anak-anak kerap terdengar dari sebuah kolam renang berbentuk menyerupai angka delapan di Dusun Tegal Bago, Desa Arjasa. Kolam renang anak Citra Mandiri itu dipenuhi puluhan anak yang asyik bermain air di kolam dangkal dengan kedalaman hanya setinggi lutut orang dewasa. Di sekelilingnya, berdiri gazebo beratap ijuk serta deretan warung yang menjajakan aneka makanan dan minuman.
Kolam renang anak dengan panjang 21 meter dan lebar 12 meter tersebut merupakan bagian dari Wisata Citra Mandiri (WCM), sebuah kawasan wisata keluarga terpadu yang tengah dikembangkan Pemerintah Desa Arjasa. Kawasan wisata ini dikelola langsung oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Citra Mandiri dengan konsep wisata murah dan ramah keluarga.
Pengembangan Wisata Citra Mandiri diawali dengan pembangunan wahana kolam renang anak oleh Pemerintah Desa Arjasa. Pembangunan tersebut dilaksanakan pada tahun 2022 dengan dukungan Dana Desa sebesar Rp392 juta dan resmi dibuka untuk umum pada awal tahun 2023. Dan kemudian bertahap diikuti oleh pembangunan kolam dewasa.
Secara keseluruhan, kawasan Wisata Citra Mandiri berdiri di atas lahan seluas dua hektare yang merupakan tanah kas desa. Sebelumnya, lahan tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Kini, kawasan itu disulap menjadi ruang rekreasi yang memberi manfaat ekonomi bagi desa dan warganya.
BUMDes Citra Mandiri bukan pemain baru dalam pengelolaan usaha desa. Sebelum terjun ke sektor wisata, BUMDes ini telah sukses mengelola dua unit usaha lain, yakni jasa penggilingan daging dan layanan fotokopi, yang mampu menghasilkan omzet jutaan rupiah setiap bulan. Keberhasilan tersebut menjadi modal kepercayaan bagi desa untuk menyerahkan pengelolaan wisata kepada BUMDes.
Direktur BUMDes Citra Mandiri, Rizal Firmansyah, mengungkapkan bahwa embrio pengembangan wisata ini bermula pada tahun 2021. Saat itu, BUMDes menginisiasi pendirian pusat UMKM kuliner desa berupa angkringan di atas lahan milik desa. Tujuannya sederhana, membuka peluang ekonomi baru bagi warga.
Seiring waktu berjalan, Rizal melihat potensi besar dari lokasi tersebut untuk dikembangkan lebih jauh. Lahan desa yang berundak dan sedikit menjorok ke lembah menawarkan udara sejuk serta panorama pepohonan yang rimbun. Ditambah lagi, keberadaan tandon air besar di sekitar lokasi menjadi pendukung ketersediaan air. Dari situlah muncul gagasan untuk menghadirkan wahana wisata air bagi keluarga.
Usulan tersebut disambut baik oleh pemerintah desa. Melalui Dana Desa, Pemdes Arjasa kemudian menganggarkan pembangunan kolam renang anak lengkap dengan berbagai ornamen pendukung seperti perosotan, toren air bergerak, air mancur, patung lumba-lumba dan kura-kura, gazebo bambu, serta beragam elemen dekoratif lainnya.
Sejak dibuka, Wisata Citra Mandiri langsung menarik perhatian publik. Pengunjung tak hanya datang dari berbagai kecamatan di Jember, tetapi juga dari daerah sekitar seperti Bondowoso dan Malang.
Selain mengandalkan keindahan alam yang sejuk dan asri, pengelola menerapkan dua strategi utama agar wisata ini terus diminati. Pertama, fokus pada penyediaan wahana kolam renang khusus anak-anak usia dini hingga sekolah dasar. Kedua, menetapkan tarif masuk yang sangat terjangkau.
Rizal menjelaskan, anak-anak pada umumnya menyukai permainan air. Ketika anak merasa senang, orang tua pun cenderung mengabulkan ajakan untuk berkunjung kembali. Strategi tersebut dipadukan dengan kebijakan tarif murah, yakni tiket masuk hanya Rp5.000 per orang. Biaya parkir pun terjangkau.
Dari data kunjungan, Wisata Citra Mandiri menunjukkan tren yang menggembirakan. Pada hari biasa, jumlah pengunjung mencapai ratusan orang dengan pendapatan rata-rata sekitar Rp1 juta per hari. Sementara pada akhir pekan, jumlah pengunjung dapat melonjak hingga 1.500 sampai 2.500 orang.
Kehadiran wisata ini tidak hanya meningkatkan pendapatan desa, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat. BUMDes Citra Mandiri mempekerjakan sejumlah warga sebagai petugas parkir, kebersihan, dan penjaga loket dengan upah bulanan sekitar Rp1,2 juta.
Dampak ekonomi juga dirasakan oleh pelaku usaha kecil di sekitar lokasi. Pedagang cilok, telur gulung, es cendol, somay, hingga mainan anak-anak turut menikmati peningkatan penjualan.
Dalam kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes), Wisata Citra Mandiri menerapkan skema bagi hasil dengan pemerintah desa. Sebesar 30 persen dari pendapatan bersih setelah dipotong biaya operasional disetorkan ke kas desa, sementara sisanya digunakan untuk pengembangan wisata.
Wisata Citra Mandiri buka setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB. Khusus area angkringan, layanan dibuka hingga pukul 23.00 WIB. Adapun wahana kolam renang anak ditutup setiap hari Jumat guna menjaga kebersihan dan kualitas air.
Wisata Citra Mandiri diharapkan terus berkembang menjadi destinasi wisata keluarga unggulan berbasis desa. Dengan pengelolaan profesional oleh BUMDes, dukungan pemerintah desa, serta keterlibatan aktif masyarakat, keberadaan wisata ini tidak hanya menjadi ruang rekreasi yang terjangkau, tetapi juga motor penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan dan mampu meningkatkan kesejahteraan warga Desa Arjasa.