Bunga Desaku di Pakusari, Gus Fawait Serap Aspirasi dan Paparkan Program Prioritas Pemkab Jember
- 21 Juli 2026
- Dibaca 16 Kali
Bagikan Via:
Bunga Desaku di Pakusari, Gus Fawait Serap Aspirasi dan Paparkan Program Prioritas Pemkab Jember
JEMBER, 21 JULI 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember terus memperkuat komunikasi publik melalui program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan). Kali ini, kegiatan yang mengusung tema Serap Aspirasi Tokoh Masyarakat dan Pemuda digelar di Taman Wisata Seger Nusantara, Desa Subo, Kecamatan Pakusari, Senin malam, 20 Juli 2026.
Forum tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah daerah dan masyarakat. Sekitar 1.000 peserta hadir, terdiri atas 600 tokoh masyarakat yang difasilitasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jember serta 400 tokoh pemuda bersama Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud).
Bupati Jember, Muhammad Fawait, hadir bersama Kepala Bakesbangpol Kabupaten Jember Lingga Diputra, jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD), unsur Muspika Kecamatan Pakusari, serta narasumber KH Badrus Shodiq, Nyoman Arie Wibowo dari Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D), dan Ketua DPC PKB Kabupaten Jember H. Ayub Junaedi.
Dalam sambutannya, Gus Fawait menegaskan bahwa Bunga Desaku merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Jember untuk menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat. Menurutnya, pembangunan daerah harus berangkat dari aspirasi warga sehingga kebijakan yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian pemerintah daerah adalah tingginya angka pernikahan dini. Gus Fawait menilai persoalan tersebut berdampak luas terhadap pendidikan, kesehatan, kondisi ekonomi keluarga, hingga kualitas sumber daya manusia di masa depan.
"Persoalan pernikahan dini menjadi salah satu perhatian kita bersama. Dampaknya tidak hanya terhadap pendidikan, tetapi juga kesehatan, ekonomi, dan kualitas sumber daya manusia di masa depan," ujarnya.
Selain menyerap aspirasi masyarakat, Bupati juga memaparkan sejumlah program prioritas yang sedang dijalankan Pemerintah Kabupaten Jember. Di sektor pendidikan, pemerintah daerah memperluas akses beasiswa bagi mahasiswa, termasuk bantuan biaya hidup (living cost) bagi penerima manfaat dari keluarga kurang mampu.
Di bidang kesehatan, Pemerintah Kabupaten Jember terus memperkuat implementasi Universal Health Coverage (UHC) agar seluruh warga memperoleh jaminan layanan kesehatan yang mudah dan merata. Menurut Gus Fawait, pendidikan dan kesehatan merupakan fondasi utama dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
"Pemerintah Kabupaten Jember ingin memastikan tidak ada masyarakat yang kesulitan mengakses layanan kesehatan maupun pendidikan. Karena itu, berbagai program strategis akan terus kami dorong agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," tegasnya.
Kepala Bakesbangpol Kabupaten Jember, Lingga Diputra mengatakan, Bunga Desaku tidak hanya menjadi media penyampaian program pemerintah, tetapi juga wadah dialog untuk menyerap masukan masyarakat secara langsung.
"Bunga Desaku menjadi sarana menyampaikan program Pemerintah Kabupaten Jember sekaligus ajang tatap muka untuk menyerap aspirasi masyarakat. Melalui komunikasi yang baik, kami berharap terbangun sinergi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah," kata Lingga.
Menurutnya, keterlibatan tokoh masyarakat dan pemuda menjadi modal penting dalam menjaga kondusivitas daerah, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
Berbagai aspirasi yang dihimpun dalam forum Bunga Desaku selanjutnya akan menjadi bahan masukan bagi Pemerintah Kabupaten Jember dalam menyusun kebijakan maupun menyempurnakan pelaksanaan program pembangunan di tingkat desa dan kelurahan. Melalui pola komunikasi yang partisipatif ini, Pemkab Jember berharap setiap program yang dijalankan semakin tepat sasaran dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (but)