logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Umbulsari

Bunga Desaku di Umbulsari: Gus Fawait Serap Aspirasi UMKM, Kelompok Tani dan Mlijo

  • 03 November 2026
  • Dibaca 40 Kali
Bagikan Via:
bunga-desaku-di-umbulsari-gus-fawait-serap-aspirasi-umkm-kelompok-tani-dan-mlijo-20261104

Bunga Desaku di Umbulsari: Gus Fawait Serap Aspirasi UMKM, Kelompok Tani dan Mlijo

JEMBER, 03 NOVEMBER 2026 – Bupati Jember Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait menyerap aspirasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kelompok tani (poktan), serta pedagang mlijo dalam rangkaian kegiatan Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) di Kecamatan Umbulsari, Selasa 03 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di SDN Umbulsari 3 tersebut menjadi lokasi ketiga dalam rangkaian kunjungan Bunga Desaku di kecamatan itu.

Dalam pertemuan tersebut, Gus Fawait berdialog langsung dengan masyarakat untuk mendengarkan berbagai aspirasi, kebutuhan, dan persoalan yang dihadapi di lapangan.

Ia menyampaikan bahwa salah satu tujuan dirinya turun langsung ke desa adalah untuk mengetahui secara nyata kebutuhan masyarakat. Melalui pertemuan langsung, pemerintah dapat mendengar berbagai persoalan sekaligus mencari solusi yang tepat sesuai dengan kondisi di lapangan.

Gus Fawait juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi penyaluran bantuan dan pelaksanaan program pemerintah. Menurutnya, pengawasan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat agar seluruh program tepat sasaran dan memberikan manfaat.

Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti persoalan bantuan alat pertanian, seperti pompa air, yang setiap tahun disalurkan kepada kelompok tani. Ia menyayangkan apabila bantuan yang seharusnya dimanfaatkan untuk menunjang produktivitas pertanian justru diperjualbelikan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Karena itu, Gus Fawait meminta masyarakat tidak ragu melaporkan apabila menemukan penyimpangan atau persoalan dalam pelaksanaan program pemerintah. "Pemerintah Kabupaten Jember telah menyediakan kanal pengaduan Wadul Gus'e sebagai sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan, laporan, maupun persoalan lain yang membutuhkan tindak lanjut," terangnya.

Selain persoalan pertanian dan pemberdayaan ekonomi, Gus Fawait juga menyinggung program Universal Health Coverage (UHC) yang memberikan kemudahan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat Jember, termasuk layanan persalinan gratis sesuai dengan ketentuan program.

Suasana dialog berlangsung santai dan penuh keakraban. Saat membahas layanan persalinan gratis, Gus Fawait sempat melontarkan candaan, "Tapi juga jangan setiap tahun, Buk," yang disambut tawa hangat para peserta.

Di balik candaan tersebut, ia mengingatkan pentingnya memperhatikan usia ideal untuk hamil dan melahirkan, yakni antara 21 hingga 35 tahun.

Melalui dialog langsung ini, Bunga Desaku diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan kunjungan, tetapi juga menjadi sarana menyerap aspirasi, memperkuat pengawasan, serta memastikan program pemerintah benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Bunga Desaku menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Jember untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat, mendengarkan aspirasi secara langsung, dan membangun daerah bersama-sama. (opk)

Galeri Foto