Bunga Desaku Hadir di Umbulsari, BPBD Jember Perkuat Kehadiran Pemerintah di Tengah Masyarakat
- 03 November 2026
- Dibaca 161 Kali
Bagikan Via:
Bunga Desaku Hadir di Umbulsari, BPBD Jember Perkuat Kehadiran Pemerintah di Tengah Masyarakat
JEMBER, 04 NOVEMBER 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember terus memperkuat pelayanan publik dengan mendekatkan pemerintah kepada masyarakat melalui program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan). Program tersebut kembali digelar di Kecamatan Umbulsari, termasuk di Desa Tegalwangi, Selasa 03 November 2026.
Kegiatan Bunga Desaku menjadi ruang bagi pemerintah daerah untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat sekaligus menyampaikan berbagai program prioritas pembangunan. Kehadiran pemerintah di tingkat desa dinilai penting agar kebijakan tidak hanya berhenti di tingkat pemerintahan, tetapi dapat dipahami dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Kepala BPBD Kabupaten Jember Dr. Drs. Edy Budi Susilo, M.Si., mengatakan Bunga Desaku menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Jember membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat. Menurutnya, keterlibatan organisasi perangkat daerah dalam kegiatan tersebut memungkinkan pemerintah mendengar langsung kebutuhan serta persoalan yang dihadapi warga.
“Melalui Bunga Desaku, pemerintah hadir langsung di tengah masyarakat. Ini menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi, menyerap aspirasi dan memastikan berbagai program pemerintah dapat tersampaikan hingga tingkat desa,” kata Edy Budi Susilo.
Menurut Edy Budi Susilo, pendekatan pelayanan secara langsung juga penting dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai potensi persoalan, termasuk kebencanaan. BPBD sebagai perangkat daerah yang memiliki tugas dalam penanggulangan bencana terus mendorong penguatan kapasitas masyarakat melalui koordinasi dan edukasi.
Rangkaian Bunga Desaku di Kecamatan Umbulsari juga diisi dengan pertemuan bersama kader Posyandu. Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait mengajak kader Posyandu menjadi bagian dari gerakan pembangunan karena mereka memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat.
Kader Posyandu juga didorong membantu menyampaikan program pemerintah, salah satunya Universal Health Coverage (UHC) Prioritas, sehingga masyarakat mengetahui akses pelayanan kesehatan di puskesmas maupun rumah sakit sesuai ketentuan.
Selain kesehatan, pemerintah daerah juga menaruh perhatian besar terhadap sektor pendidikan. Pada 2026, Pemkab Jember memberikan beasiswa kepada 11 ribu anak untuk melanjutkan pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Gus Fawait meminta kader dan elemen masyarakat turut menyebarluaskan informasi tersebut agar kesempatan memperoleh pendidikan tinggi semakin terbuka bagi anak-anak Jember.
Dalam rangkaian kegiatan yang sama, Gus Fawait juga menekankan pentingnya pendidikan karakter dan nilai-nilai keagamaan. Menurut dia, pembangunan sumber daya manusia tidak cukup hanya dengan penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi harus dibarengi pembentukan akhlak.
Peran guru ngaji, kelompok pengajian, majelis taklim dan berbagai kegiatan keagamaan dinilai penting dalam membentuk generasi yang memiliki karakter sekaligus mampu menghadapi berbagai pengaruh negatif.
Edy Budi Susilo menambahkan, sinergi antara pemerintah, perangkat desa dan masyarakat menjadi salah satu kunci agar program pembangunan dapat berjalan efektif. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri sehingga partisipasi masyarakat diperlukan mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan program.
“Pemerintah dan masyarakat harus berjalan bersama. Kehadiran pemerintah sampai ke desa merupakan bagian dari upaya membangun pelayanan yang lebih dekat, responsif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Edy Budi Susilo.
Melalui Bunga Desaku di Kecamatan Umbulsari, termasuk Desa Tegalwangi, Pemkab Jember berupaya memastikan masyarakat memperoleh akses informasi sekaligus ruang untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Program tersebut sekaligus menjadi sarana memperkuat kolaborasi pemerintah dengan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan Jember yang lebih merata. (tgh)