Bunga Desaku Jadi Ruang Dialog, Aspirasi Petani Mengemuka di Sumberjambe
- 01 Juli 2026
- Dibaca 11 Kali
Bagikan Via:
Bunga Desaku Jadi Ruang Dialog, Aspirasi Petani Mengemuka di Sumberjambe
JEMBER, 1 JULI 2026 — Pembangunan sektor pertanian tidak hanya membutuhkan program dan anggaran, tetapi juga ruang dialog yang mampu mempertemukan pemerintah dengan petani. Semangat itu tampak dalam kegiatan Bunga Desaku yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Jember di Desa Rowosari, Kecamatan Sumberjambe, pada Senin, 29 Juni 2026. Salah satu rangkaian kegiatan mempertemukan pelaku UMKM, mlijo, dan kelompok tani untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi secara langsung.
Dalam forum tersebut, petani menyampaikan beragam aspirasi, mulai dari kebutuhan jalan usaha tani, legalitas produk kopi, hingga harapan terhadap pupuk subsidi bagi petani tembakau. Dialog berlangsung terbuka sehingga setiap persoalan dapat dijelaskan sesuai kewenangan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
Di hadapan peserta, Bupati Jember menegaskan bahwa pemerintah terus memberikan perhatian terhadap sektor pertanian melalui berbagai program strategis. Dukungan tersebut diwujudkan melalui alokasi anggaran yang diarahkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, termasuk pengadaan alat dan mesin pertanian serta program Optimasi Lahan (Oplah).
"Untuk tahun 2025 sampai dengan tahun 2026, Presiden Prabowo dan Bupati Jember menganggarkan Rp312 miliar untuk sektor pertanian, program Optimasi Lahan (Oplah), pengadaan traktor, dan lain sebagainya," ujar Bupati Jember.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran yang digelontorkan, tetapi juga oleh komitmen seluruh pihak dalam menjaga dan memanfaatkan bantuan yang telah diberikan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Jember melalui Kepala Dinas, Drs. Moh. Djamil, M.Si, didampingi Kepala Bidang Hortikultura, Agung Satrio Setiawan, S.P., M.P, beserta jajaran. Kehadiran perangkat daerah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendampingi petani sekaligus menyerap berbagai aspirasi sebagai bahan penyusunan dan penyempurnaan program pembangunan pertanian di Kabupaten Jember.
Melalui forum seperti Bunga Desaku, pemerintah berharap komunikasi dengan petani tidak berhenti pada penyampaian bantuan atau program semata, tetapi berkembang menjadi ruang kolaborasi untuk mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian. Dengan demikian, setiap kebijakan yang dijalankan diharapkan semakin tepat sasaran dan mampu memberikan manfaat nyata bagi petani di Kabupaten Jember. (fan)