logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Arjasa

Bunga Desaku Mini Hadir di Candijati, Program Unggulan Homecare Jadi Sorotan Utama

  • 07 Oktober 2026
  • Dibaca 17 Kali
Bagikan Via:
bunga-desaku-mini-hadir-di-candijati-program-unggulan-homecare-jadi-sorotan-utama-20261009

Bunga Desaku Mini Hadir di Candijati, Program Unggulan Homecare Jadi Sorotan Utama

JEMBER, 07 OKTOBER 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember terus mendorong penguatan pelayanan publik hingga ke tingkat desa melalui berbagai program unggulan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Komitmen tersebut kembali diwujudkan melalui kegiatan Bunga Desaku Mini yang digelar di Desa Candijati, Kecamatan Arjasa, Rabu 07 Oktober 2026.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Hermin, S.Pd., M.Pd. perwakilan dari Bagian Kesra, Kepala Puskesmas Arjasa drg. Driana Desy Purwininggih, M.Kes., perwakilan Kecamatan Arjasa Satriyo, S.Pd., perwakilan RSD dr. Soebandi dan RSD Kalisat, serta unsur pemerintah desa dan masyarakat Desa Candijati.

Mewakili Kecamatan Arjasa, Sekcam Arjasa Satriyo, S.Pd., menyampaikan bahwa Bunga Desaku Mini menjadi momentum penting untuk mendekatkan pemerintah dengan masyarakat.

“Bunga Desaku Mini ini menjadi kesempatan bagi kita untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat. Tidak hanya menyampaikan program-program pemerintah, tetapi juga mendengarkan secara langsung apa yang menjadi kebutuhan dan persoalan masyarakat. Harapannya, melalui kegiatan seperti ini, masyarakat semakin mengetahui program yang tersedia dan tidak ragu untuk memanfaatkannya,” ujar Satriyo.

Dalam kegiatan tersebut, berbagai program unggulan Pemerintah Kabupaten Jember menjadi bahan pembahasan. Salah satu yang mendapat perhatian cukup besar dari masyarakat adalah program Homecare, khususnya terkait mekanisme pelayanan serta siapa saja masyarakat yang dapat menjadi sasaran program tersebut.

Penjelasan mengenai Homecare disampaikan langsung oleh Kepala Puskesmas Arjasa, drg. Driana Desy Purwininggih, M.Kes. Ia menjelaskan bahwa Homecare merupakan bentuk pelayanan kesehatan yang mendekatkan petugas kesehatan kepada masyarakat yang memiliki kondisi tertentu sehingga membutuhkan pelayanan di tempat tinggalnya.

“Homecare itu merupakan pelayanan kesehatan yang kita lakukan dengan mendatangi langsung masyarakat di rumahnya. Jadi, bukan masyarakat yang harus datang ke fasilitas kesehatan, tetapi petugas yang datang kepada sasaran yang memang membutuhkan pelayanan tersebut,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa terdapat enam sasaran utama Homecare yang menjadi prioritas pelayanan. Keenam sasaran tersebut meliputi lansia dengan KK tunggal, warga dengan sakit berkepanjangan, penyandang disabilitas, ibu hamil risiko tinggi (resti), balita stunting, serta pengurus pondok pesantren atau tokoh masyarakat.

Enam kelompok sasaran tersebut menjadi perhatian karena dinilai memiliki kondisi atau kebutuhan tertentu yang membutuhkan pendekatan pelayanan kesehatan secara lebih intensif dan langsung.

Penjelasan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan dari masyarakat. Salah seorang warga menyampaikan kondisi yang cukup relevan di lapangan, yakni bagaimana apabila terdapat warga yang sebenarnya membutuhkan pelayanan Homecare, tetapi kondisinya tidak termasuk ke dalam enam kriteria sasaran yang telah ditentukan.

Menjawab pertanyaan tersebut, Driana menegaskan bahwa masyarakat tetap dapat melaporkan kondisi tersebut. Artinya, masyarakat tidak perlu langsung menyimpulkan bahwa seseorang tidak bisa mendapatkan pelayanan hanya karena tidak masuk dalam kriteria sasaran yang telah disebutkan.

Masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui Wadul Guse, yang selanjutnya akan dilakukan penyesuaian dan penilaian berdasarkan kondisi warga yang dilaporkan.

“Kalau memang ada warga yang menurut masyarakat membutuhkan pelayanan Homecare tetapi tidak masuk dalam kriteria yang enam tadi, silakan tetap dilaporkan melalui Wadul Guse. Nanti akan dilihat dan disesuaikan apakah memang kondisi tersebut membutuhkan pelayanan Homecare atau tidak. Kalau memang membutuhkan, baru akan diteruskan kepada OPD terkait, dalam hal ini Puskesmas, untuk ditindaklanjuti,” jelasnya.

Melalui forum seperti ini, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga aktif menyampaikan kebutuhan dan persoalan yang ditemui di lingkungan masing-masing. Pemerintah pun dapat memperoleh gambaran yang lebih nyata mengenai kondisi masyarakat sebagai bahan dalam menentukan tindak lanjut pelayanan.

Kegiatan Bunga Desaku Mini di Desa Candijati pada akhirnya menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat. Semakin terbuka komunikasi yang terbangun, semakin besar pula peluang berbagai program pemerintah dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (aza)

Galeri Foto