Asap Kebakaran TPA Pakusari Ganggu Pernapasan Warga, Sinergi Lintas Instansi Cegah Dampak Lebih Luas
- 05 Juli 2026
- Dibaca 11 Kali
Bagikan Via:
Asap Kebakaran TPA Pakusari Ganggu Pernapasan Warga, Sinergi Lintas Instansi Cegah Dampak Lebih Luas
JEMBER, 05 JULI 2026 – Kepulan asap tebal akibat kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pakusari, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, Sabtu 04 Juli 2026, menjadi perhatian serius pemerintah dan tim penanganan bencana. Meski luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 500 meter persegi, dampak yang paling dirasakan masyarakat bukan hanya kobaran api, melainkan paparan asap yang menyelimuti kawasan permukiman di sekitar TPA dan berpotensi mengganggu kesehatan, khususnya saluran pernapasan.
Merespons kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember tidak hanya berfokus pada upaya pemadaman api, tetapi juga melakukan langkah-langkah penanganan dampak bagi masyarakat. Bersama Puskesmas Pakusari, petugas membagikan masker kepada warga dan personel di lapangan untuk mengurangi risiko terpapar asap. Selain itu, BPBD turut mendistribusikan air bersih bagi warga di sekitar lokasi sebagai bentuk pelayanan darurat selama proses penanganan berlangsung.
Kebakaran diketahui mulai terjadi sekitar pukul 11.30 WIB di area pembuangan sampah TPA Pakusari. Dugaan sementara, api berasal dari puntung rokok yang masih menyala dan mengenai material mudah terbakar di tengah kondisi cuaca kemarau yang kering serta tiupan angin yang cukup kencang. Faktor tersebut menyebabkan api dengan cepat merambat hingga membakar sebagian area tumpukan sampah.
Setelah menerima laporan, Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Jember bersama petugas Pemadam Kebakaran bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 13.40 WIB. Proses pemadaman dilakukan secara intensif dengan dukungan suplai air dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (PRKPLH) Kabupaten Jember. Setelah beberapa jam melakukan pemadaman dan pendinginan, api akhirnya berhasil dikendalikan sepenuhnya pada pukul 16.10 WIB sehingga tidak meluas ke area lain di dalam kawasan TPA.
Keberhasilan penanganan insiden tersebut tidak terlepas dari kolaborasi berbagai unsur yang terlibat, mulai dari BPBD Kabupaten Jember, Pemadam Kebakaran, Satpol PP, Polsek Pakusari, Koramil Pakusari, Dinas PRKPLH, Puskesmas Pakusari hingga masyarakat sekitar. Koordinasi yang cepat memungkinkan setiap instansi menjalankan tugas sesuai kewenangannya, baik dalam pengendalian api maupun perlindungan terhadap masyarakat yang terdampak.
Anggota Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Jember, Shofi Diaulhaq, menegaskan bahwa penanganan kebakaran bukan hanya memadamkan api, tetapi juga memastikan keselamatan masyarakat dari dampak lanjutan yang ditimbulkan.
"Dalam setiap kejadian kebakaran, perhatian kami tidak hanya tertuju pada upaya pemadaman. Dampak asap terhadap kesehatan masyarakat juga menjadi prioritas. Karena itu kami berkoordinasi dengan Puskesmas untuk membagikan masker dan memastikan kebutuhan dasar warga, seperti air bersih, tetap terpenuhi selama proses penanganan berlangsung," jelas Shofi Diaulhaq.
Ia menambahkan bahwa peristiwa ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran saat musim kemarau. Menurutnya, tindakan sederhana seperti tidak membuang puntung rokok sembarangan dan tidak membakar sampah di ruang terbuka merupakan langkah preventif yang sangat penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.
BPBD Kabupaten Jember mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan segera melaporkan apabila menemukan titik api sekecil apa pun. Dengan deteksi dini, respons cepat, dan kolaborasi seluruh pihak, risiko kebakaran lahan maupun dampaknya terhadap kesehatan masyarakat diharapkan dapat diminimalkan. (Bob)