Anak Putus Sekolah di Glundengan Kembali Belajar Berkat Pendampingan Simbak Gemas
- 06 Agustus 2026
- Dibaca 26 Kali
Bagikan Via:
Anak Putus Sekolah di Glundengan Kembali Belajar Berkat Pendampingan Simbak Gemas
JEMBER, 06 AGUSTUS 2026 – Semangat belajar seorang anak di Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, kini kembali menyala. Sempat terpaksa berhenti sekolah akibat terpaan kendala ekonomi keluarga, ia akhirnya resmi kembali mengenyam pendidikan di MI Miftahul Hidayah usai mendapatkan intervensi dan pendampingan intensif dari Tim Simbak Gemas (Sinergi Muspika Plus Bersama Guru Bimbingan Konseling untuk Generasi Emas) Kecamatan Wuluhan.
Proses penjemputan dan penyaluran bantuan dilaksanakan di MI Miftahul Hidayah pada Rabu, 05 Agustus 2026 pagi, pukul 09.00 WIB. Langkah ini menjadi bukti nyata hadirnya negara dalam menjamin hak pendidikan anak serta menekan angka anak tidak sekolah (ATS) di wilayah setempat.
Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial (PMKS) Kecamatan Wuluhan, Heriyani, S.E., memimpin langsung kegiatan tersebut bersama jajaran staf, guru wali kelas, dan keluarga penerima manfaat. Selain memfasilitasi administrasi sekolah, tim menyerahkan bantuan sosial berupa sepatu sekolah dan dana operasional untuk melengkapi kebutuhan belajar anak.
Kasus ini bermula dari laporan masyarakat mengenai adanya anak yang terpaksa gulung tikar dari bangku sekolah karena impitan ekonomi keluarga. Merespons informasi tersebut, Tim Simbak Gemas bergerak cepat melakukan pemetaan masalah, memverifikasi penyebab, serta membangun komunikasi antara pihak keluarga dan sekolah guna merumuskan solusi terbaik.
"Setiap anak berhak memperoleh pendidikan. Begitu kami menerima laporan ada anak yang berhenti sekolah karena kendala biaya, kami segera melakukan intervensi bersama pihak sekolah dan keluarga," tegas Heriyani saat ditemui usai kegiatan.
Heriyani menambahkan, bantuan yang disalurkan bukan sekadar dorongan material, melainkan fondasi moral agar anak kembali percaya diri dan termotivasi menata masa depannya. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai persoalan sosial seperti ini.
"Alhamdulillah, anak tersebut kini dapat kembali belajar. Bantuan ini bukan sekadar perlengkapan sekolah, melainkan bentuk dukungan nyata agar proses pendidikannya tidak kembali terhenti," jelasnya.
Ke depan, Pemerintah Kecamatan Wuluhan berkomitmen memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa dan lembaga pendidikan untuk mendeteksi secara dini potensi anak putus sekolah. Pendampingan berkala juga akan terus dilakukan bersama guru guna memastikan kelangsungan proses belajar mengajar anak penerima manfaat. (riz)