logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Sumbersari

Warga Diminta Aktif Mengadu, Bupati Fawait Sosialisasikan Layanan Publik di Ledokombo

  • 18 Maret 2026
  • Dibaca 157 Kali
Bagikan Via:
warga-diminta-aktif-mengadu-bupati-fawait-sosialisasikan-layanan-publik-di-ledokombo-20260319

Warga Diminta Aktif Mengadu, Bupati Fawait Sosialisasikan Layanan Publik di Ledokombo

JEMBER, 17 MARET 2026 - Bupati Jember Muhammad Fawait mengajak masyarakat untuk lebih aktif menyampaikan keluhan dan laporan terkait pelayanan publik melalui kanal pengaduan “Wadul Gus’e”. Ajakan tersebut disampaikan saat kegiatan Safari Ramadan di Kecamatan Ledokombo, Selasa 17 Maret 2026.

Dalam dialog bersama warga, Bupati Fawait menekankan bahwa laporan dari masyarakat menjadi salah satu instrumen penting bagi pemerintah daerah untuk memastikan berbagai program dan bantuan benar-benar tepat sasaran. Tanpa partisipasi publik, menurutnya, banyak persoalan di lapangan berpotensi luput dari perhatian pemerintah.

“Kalau ada warga miskin yang belum menerima bantuan, ada kesulitan mencetak KTP, atau pelayanan lain yang tidak berjalan semestinya, silakan laporkan. Pemerintah butuh masukan langsung dari masyarakat,” katanya di hadapan warga yang memadati lokasi kegiatan.

Ia menjelaskan, kanal “Wadul Gus’e” disiapkan sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah daerah agar setiap aduan dapat ditangani lebih cepat dan terpantau. Melalui sistem tersebut, laporan warga dapat langsung diteruskan ke perangkat daerah terkait untuk ditindaklanjuti.

Selain mendorong masyarakat lebih aktif menyampaikan pengaduan, Bupati Fawait juga menyoroti masih rendahnya pemahaman sebagian warga terhadap berbagai layanan gratis yang telah disediakan pemerintah. Salah satu yang menjadi sorotan adalah program Universal Health Coverage (UHC) yang memungkinkan warga berobat tanpa biaya hanya dengan menunjukkan KTP.

“Masih banyak warga yang belum tahu bahwa sekarang berobat bisa cukup dengan KTP. Padahal program ini sudah berjalan dan bisa dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi ini menjadi tantangan tersendiri mengingat jumlah penduduk Jember yang besar dan tersebar di berbagai wilayah. Pemerintah daerah, kata dia, tidak bisa hanya mengandalkan sosialisasi formal, tetapi harus turun langsung ke masyarakat agar informasi benar-benar sampai ke tingkat bawah.

Safari Ramadan pun dimanfaatkan sebagai ruang untuk menyampaikan berbagai program prioritas sekaligus mendengar langsung aspirasi warga. Dalam kesempatan tersebut, pemerintah daerah juga menyosialisasikan isu lain yang dinilai masih membutuhkan perhatian, seperti pencegahan pernikahan dini, penanganan stunting, hingga persoalan infrastruktur yang kerap dikeluhkan masyarakat di tingkat desa.

Kegiatan yang berlangsung hingga malam hari itu tidak hanya diisi dengan dialog. Pemerintah Kabupaten Jember juga menyalurkan santunan kepada anak yatim serta meresmikan pemasangan instalasi listrik gratis bagi warga kurang mampu di wilayah setempat.

Bagi Bupati Fawait, Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan sarana untuk memperkuat kedekatan antara pemerintah dan masyarakat sekaligus memastikan kebijakan yang dibuat di tingkat kabupaten benar-benar dirasakan manfaatnya di lapangan.

Ia berharap, dengan semakin aktifnya masyarakat menyampaikan keluhan dan memanfaatkan program yang tersedia, kualitas pelayanan publik di Jember dapat terus meningkat. Pemerintah daerah pun, lanjutnya, berkomitmen untuk menjadikan setiap laporan warga sebagai bahan evaluasi dalam memperbaiki sistem pelayanan ke depan.

Galeri Foto