UPTD Puskesmas Tembokrejo Jember Gelar Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis di Desa Bagorejo, Sasar 98 Warga Berisiko
- 05 Agustus 2026
- Dibaca 41 Kali
Bagikan Via:
UPTD Puskesmas Tembokrejo Jember Gelar Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis di Desa Bagorejo, Sasar 98 Warga Berisiko
Jember – Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung percepatan eliminasi Tuberkulosis (TB) di Indonesia, UPTD Puskesmas Tembokrejo Jember melaksanakan kegiatan Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis (TB) pada Senin (3/8/2026) di Balai Desa Bagorejo, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember. Kegiatan ini merupakan upaya penemuan kasus TB secara aktif pada kelompok masyarakat yang memiliki risiko tinggi, sehingga penderita dapat segera terdeteksi dan memperoleh pengobatan sedini mungkin.
Sebanyak 98 warga mengikuti kegiatan ACF yang terdiri dari masyarakat dengan gejala mengarah ke Tuberkulosis, kontak erat dengan penderita TB, serta penyandang Diabetes Melitus (DM) yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami infeksi Tuberkulosis. Melalui kegiatan ini diharapkan semakin banyak kasus TB dapat ditemukan lebih awal sehingga penularan di masyarakat dapat ditekan.
Sebelum menjalani pemeriksaan lanjutan, seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti skrining kesehatan yang meliputi pengukuran tinggi badan dan berat badan, pemeriksaan tekanan darah, serta pemeriksaan kadar gula darah. Tahapan skrining ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan peserta secara umum sekaligus mengidentifikasi faktor risiko yang dapat memengaruhi proses diagnosis maupun penatalaksanaan Tuberkulosis.
Selanjutnya, peserta menjalani pemeriksaan penunjang berupa foto rontgen dada (Chest X-Ray) menggunakan Mobile X-Ray yang dihadirkan langsung di lokasi kegiatan. Pemeriksaan radiologi ini menjadi salah satu metode penting dalam mendeteksi adanya kelainan paru yang mengarah pada Tuberkulosis. Selain itu, bagi peserta yang memenuhi kriteria suspek TB dilakukan pemeriksaan dahak (sputum) sebagai pemeriksaan bakteriologis untuk memastikan diagnosis penyakit.
Khusus bagi anak-anak yang merupakan kontak erat penderita Tuberkulosis, dilakukan pemeriksaan Mantoux Test (Tuberculin Skin Test/TST) guna mendeteksi kemungkinan infeksi Tuberkulosis laten. Pemeriksaan ini menjadi bagian penting dalam upaya deteksi dini pada kelompok usia anak, sehingga apabila ditemukan hasil yang mengarah pada infeksi, penanganan dapat segera dilakukan sesuai pedoman yang berlaku.
Kepala UPTD Puskesmas Tembokrejo Jember, dr. Delin Mayasari, menyampaikan bahwa kegiatan Active Case Finding merupakan strategi efektif untuk meningkatkan cakupan penemuan kasus TB di wilayah kerja Puskesmas. Menurutnya, masih terdapat penderita TB yang belum terdiagnosis sehingga berpotensi menjadi sumber penularan bagi anggota keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.
"Melalui kegiatan Active Case Finding ini, kami berharap masyarakat yang memiliki gejala maupun faktor risiko dapat segera diketahui kondisi kesehatannya. Semakin cepat Tuberkulosis ditemukan, semakin cepat pula pengobatan dapat diberikan sehingga peluang kesembuhan meningkat dan penularan kepada orang lain dapat dicegah," ujar dr. Delin Mayasari.
Selain pemeriksaan kesehatan, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai tanda dan gejala Tuberkulosis, cara penularan, pentingnya etika batuk, menjaga pola hidup bersih dan sehat, serta pentingnya menjalani pengobatan hingga tuntas bagi pasien yang dinyatakan positif TB. Edukasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa Tuberkulosis merupakan penyakit yang dapat disembuhkan apabila ditemukan dan diobati sejak dini.
Melalui kegiatan ini, UPTD Puskesmas Tembokrejo Jember terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program eliminasi Tuberkulosis di Kabupaten Jember. Sinergi antara tenaga kesehatan, Pemerintah Desa Bagorejo, kader kesehatan, serta masyarakat diharapkan mampu mempercepat penemuan kasus, memutus rantai penularan, dan mewujudkan masyarakat yang lebih sehat menuju Indonesia Bebas Tuberkulosis 2030.