logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Patrang

Gus Fawait Luncurkan Mobil Home Care, Warga Tak Mampu Kini Punya Dokter Keluarga

  • 23 Juli 2026
  • Dibaca 31 Kali
Bagikan Via:
gus-fawait-luncurkan-mobil-home-care-warga-tak-mampu-kini-punya-dokter-keluarga-20260723

Gus Fawait Luncurkan Mobil Home Care, Warga Tak Mampu Kini Punya Dokter Keluarga

JEMBER, 23 Juli 2026 – Kabar baik bagi masyarakat kurang mampu di Kabupaten Jember. Kini, warga miskin ekstrem tak lagi harus bersusah payah mencari biaya transportasi atau menahan sakit karena tidak mampu datang ke puskesmas maupun rumah sakit. Melalui program Mobil Home Care, dokter dan tenaga kesehatan akan datang langsung ke rumah warga yang membutuhkan.

Program inovatif tersebut resmi diluncurkan Bupati Jember Dr. H. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc. di halaman Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, Kamis (23/7/2026).

Peluncuran ini menjadi langkah nyata Pemerintah Kabupaten Jember untuk memastikan layanan kesehatan benar-benar dirasakan hingga ke masyarakat paling rentan.

Mobil Home Care merupakan bagian dari program Dokter Keluarga yang menyasar warga miskin ekstrem, lansia sebatang kara, penyandang disabilitas, ibu hamil berisiko tinggi, hingga balita stunting yang mengalami kesulitan mengakses fasilitas kesehatan.

Menurut Gus Fawait, meskipun layanan kesehatan melalui Universal Health Coverage (UHC) sudah digratiskan dan iuran BPJS masyarakat miskin telah ditanggung pemerintah, masih ada persoalan yang belum terselesaikan. Banyak warga yang tetap tidak bisa berobat karena tidak memiliki biaya transportasi atau kondisi fisiknya tidak memungkinkan untuk datang ke fasilitas kesehatan.

"Rumah sakit dan puskesmas memang sudah gratis, BPJS juga kami bayarkan. Tetapi masih ada warga miskin ekstrem yang tidak bisa berobat karena tidak memiliki biaya untuk datang ke puskesmas atau rumah sakit," ujarnya.

Ia mengungkapkan, Kabupaten Jember masih menjadi salah satu daerah dengan jumlah penduduk miskin terbesar secara absolut di Indonesia. Kondisi tersebut berdampak pada tingginya angka kematian ibu dan bayi, kasus stunting, serta berbagai persoalan kesehatan lainnya yang membutuhkan penanganan lebih dekat dan lebih cepat.

Untuk menjawab tantangan tersebut, sekitar 1.200 tenaga kesehatan akan diterjunkan ke lapangan. Mereka akan memberikan pelayanan kesehatan secara langsung dari rumah ke rumah, melakukan pemeriksaan, pengobatan, edukasi kesehatan, hingga pemantauan kondisi pasien secara berkala.

Bagi Gus Fawait, program ini bukan sekadar menghadirkan kendaraan pelayanan kesehatan, melainkan menghadirkan rasa keadilan bagi masyarakat kecil.

"Kalau keluarga mampu memiliki dokter keluarga, maka hari ini untuk pertama kalinya di Indonesia keluarga yang tidak mampu juga memiliki dokter keluarga," tegasnya.

Program ini juga menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto agar pelayanan dasar, khususnya di bidang kesehatan, benar-benar menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Sementara itu, Lurah Gebang Nanang Suwono menyambut baik kehadiran Mobil Home Care. Menurutnya, program tersebut akan sangat membantu warga miskin ekstrem yang selama ini kesulitan memperoleh layanan kesehatan karena keterbatasan biaya maupun kondisi fisik.

"Dengan adanya Mobil Home Care, warga miskin ekstrem tidak perlu lagi khawatir ketika membutuhkan pelayanan kesehatan. Tenaga medis akan datang langsung ke rumah sehingga masyarakat bisa memperoleh penanganan lebih cepat. Kami berharap program ini benar-benar mampu meningkatkan derajat kesehatan warga dan menekan angka kemiskinan akibat beban biaya pengobatan," ujarnya.

Pemkab Jember berharap Mobil Home Care mampu memperluas jangkauan pelayanan kesehatan hingga ke pelosok, mempercepat penanganan pasien rentan, menurunkan angka kematian ibu dan bayi, mempercepat penanganan stunting, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan hadirnya program ini, warga yang selama ini sulit menjangkau layanan kesehatan kini justru akan didatangi oleh dokter dan tenaga medis, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang tertinggal dalam memperoleh hak atas pelayanan kesehatan. (rus)

Galeri Foto