Bunga Desaku Mini, Peran Ketua Kelompok Pengajian Diperkuat sebagai Agen Informasi Program Pemerintah
- 05 Juni 2026
- Dibaca 34 Kali
Bagikan Via:
Bunga Desaku Mini, Peran Ketua Kelompok Pengajian Diperkuat sebagai Agen Informasi Program Pemerintah
JEMBER, 05 JUNI 2026 - Pemerintah Kabupaten Jember terus memperkuat penyebarluasan informasi layanan publik melalui program Bunga Desaku Mini. Kegiatan yang digelar di Kecamatan Jombang ini menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar lebih memahami berbagai program pemerintah, khususnya layanan Universal Health Coverage (UHC) dan Mall Pelayanan Publik (MPP) Mini.
Pada hari pertama pelaksanaan, kegiatan menjangkau empat desa, yakni Desa Sarimulyo, Padomasan, Ngampelrejo, dan Wringinagung. Program ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan ke enam desa di Kecamatan Jombang, sementara dua desa lainnya dijadwalkan menerima sosialisasi pada hari berikutnya.
Berbeda dengan sosialisasi konvensional, Bunga Desaku Mini melibatkan para ketua kelompok pengajian sebagai peserta utama. Mereka dipilih karena memiliki kedekatan dengan masyarakat serta dinilai efektif dalam membantu menyebarluaskan informasi pembangunan dan pelayanan publik hingga tingkat akar rumput.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mengenai manfaat dan mekanisme layanan UHC serta keberadaan MPP Mini yang dikembangkan untuk memudahkan masyarakat mengakses berbagai layanan administrasi pemerintah.
Selama kegiatan berlangsung, diskusi berjalan aktif dan interaktif. Para peserta mengajukan berbagai pertanyaan terkait prosedur penggunaan UHC, mekanisme rujukan layanan kesehatan, hingga fasilitas kesehatan yang dapat diakses masyarakat melalui program tersebut.
Kepala Puskesmas Jombang, dr. Diyan Pusposari, mengatakan sebagian besar pertanyaan peserta berkaitan dengan tata cara pemanfaatan layanan UHC yang masih belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat.
“Banyak pertanyaan yang muncul terkait alur pelayanan UHC, mulai dari proses pendaftaran hingga mekanisme rujukan. Hal ini menunjukkan bahwa sosialisasi perlu terus dilakukan agar masyarakat memahami prosedur yang benar sehingga dapat memanfaatkan layanan kesehatan secara optimal,” ujarnya.
Menurutnya, tingginya antusiasme peserta menunjukkan masih besarnya kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang mudah dipahami mengenai layanan publik yang telah disediakan pemerintah.
Melalui pendekatan dialogis yang diterapkan dalam Bunga Desaku Mini, masyarakat tidak hanya menerima informasi, tetapi juga memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi serta berbagai kendala yang dihadapi saat mengakses layanan pemerintah. Pola komunikasi dua arah ini dinilai mampu memperkuat efektivitas sosialisasi sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan.
Selain itu, keterlibatan para ketua kelompok pengajian diharapkan dapat memperluas jangkauan informasi hingga ke lingkungan masyarakat. Setelah memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif, mereka dapat meneruskan informasi tersebut kepada anggota kelompok maupun warga di sekitarnya.
“Kami berharap para peserta dapat menyampaikan kembali informasi yang diperoleh kepada masyarakat di lingkungannya masing-masing. Dengan semakin banyak warga yang memahami program UHC, maka akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan juga akan semakin baik,” tambah dr. Diyan.
Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Hermin, S.Pd.I., M.Pd., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan dukungannya terhadap upaya pemerintah dalam memperluas pemahaman masyarakat mengenai berbagai program pelayanan publik yang manfaatnya langsung dirasakan warga.
Melalui Bunga Desaku Mini, Pemerintah Kabupaten Jember menunjukkan komitmennya untuk mendekatkan layanan dan informasi publik kepada masyarakat. Dengan semakin luasnya pemahaman warga terhadap program-program pemerintah, diharapkan akses terhadap pelayanan kesehatan maupun administrasi publik dapat semakin optimal serta memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat.