Bupati Fawait Buka HSN 2026 di Jember, Santri Bersatu Songsong Indonesia Emas 2045
- 11 Oktober 2026
- Dibaca 38 Kali
Bagikan Via:
Bupati Fawait Buka HSN 2026 di Jember, Santri Bersatu Songsong Indonesia Emas 2045
JEMBER, 11 OKTOBER 2026 – Camat Rambipuji, Prima Kusuma Dewi, menghadiri pembukaan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Kabupaten Jember, Sabtu 10 Oktober 2026. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah kecamatan terhadap penguatan peran pesantren dalam bidang pendidikan, keagamaan, sosial, dan pembangunan masyarakat.
Peringatan HSN 2026 di Jember mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas 2045”. Tema tersebut menekankan pentingnya kontribusi santri dalam menghadapi tantangan zaman sekaligus menjaga nilai-nilai kebangsaan yang tumbuh di lingkungan pesantren.
Pembukaan kegiatan dilakukan Bupati Jember Muhammad Fawait, yang akrab disapa Gus Fawait. Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh organisasi keagamaan, para kiai dan pengasuh pondok pesantren, serta jajaran pemerintah daerah.
Sejumlah tokoh yang hadir antara lain Ketua PCNU Jember KH Nasrullah Djamaludin, Ketua PCNU Kencong KH Zaini Ghulam, M.HI, dan Ketua MUI Kabupaten Jember Dr. KH Abdul Haris. Perwakilan Muhammadiyah, Penjabat Sekretaris Daerah, jajaran organisasi perangkat daerah, serta para camat dan lurah se-Kabupaten Jember juga turut hadir.
Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan keterlibatan pemerintah dan organisasi keagamaan dalam menyukseskan peringatan Hari Santri. Bagi pemerintah kecamatan, momentum ini juga menjadi ruang untuk memperkuat sinergi dengan pesantren dan tokoh agama dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
Partisipasi Camat Rambipuji dalam pembukaan HSN 2026 menempatkan pemerintah kecamatan sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan antara pemerintah, lembaga pendidikan Islam, dan masyarakat.
Pesantren selama ini memiliki peran penting dalam pendidikan sekaligus pembentukan karakter generasi muda. Selain membekali santri dengan ilmu agama, lingkungan pesantren juga menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab sosial, semangat pengabdian, dan penghormatan terhadap perbedaan.
"Nilai-nilai tersebut dinilai relevan untuk menghadapi perubahan sosial dan perkembangan teknologi. Santri diharapkan tidak hanya mampu mempertahankan tradisi keilmuan, tetapi juga beradaptasi dengan perkembangan zaman dan mengambil peran dalam berbagai bidang kehidupan," ucap Prima Kusuma Dewi.
Penguatan peran pesantren juga berkaitan dengan pembangunan ekonomi masyarakat. Melalui pengembangan usaha dan produk unggulan, pesantren memiliki peluang untuk berkontribusi dalam pemberdayaan ekonomi umat sekaligus membuka kesempatan bagi tumbuhnya kewirausahaan di kalangan santri.
Delapan Agenda Meriahkan Hari Santri
Peringatan HSN 2026 di Kabupaten Jember dijadwalkan berlangsung pada 10–22 Oktober 2026. Pemerintah daerah menyiapkan sejumlah kegiatan yang mencakup bidang olahraga, keagamaan, seni budaya, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi.
Agenda yang disiapkan meliputi Liga Santri, bazar produk pesantren dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ), Festival Musik Patrol, Gema Festival Hadrah Nasional, Festival Dai dan Festival Azan, Aksi Santri Bersinar, serta lomba kitab, lalaran, dan pesantren.
Berbagai kegiatan tersebut menjadi wadah bagi santri untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas di luar kegiatan pembelajaran sehari-hari. Agenda itu juga membuka ruang interaksi antara kalangan pesantren, pelaku usaha, seniman, dan masyarakat umum.
Bazar produk pesantren dan UMKM, misalnya, memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat. Sementara itu, kegiatan olahraga, seni, dan perlombaan keilmuan menjadi sarana mengembangkan sportivitas, kreativitas, serta tradisi intelektual pesantren.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, peringatan Hari Santri diharapkan tidak berhenti sebagai perayaan tahunan, tetapi juga memberikan ruang bagi pengembangan potensi santri dan pesantren secara berkelanjutan.
Puncak Peringatan Digelar 22 Oktober
Rangkaian HSN 2026 dijadwalkan mencapai puncaknya pada Kamis, 22 Oktober 2026, di Alun-alun Jember. Sejumlah agenda yang disiapkan meliputi Apel Santri, pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, dzikir dan selawat Hari Santri Nasional, serta pemberian penghargaan kepada para pemenang lomba.
Selain menjadi momentum untuk meneguhkan semangat kebangsaan, kegiatan tersebut juga menghadirkan unsur pelayanan sosial bagi masyarakat. Pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kepedulian terhadap kesehatan serta kebutuhan sesama.
Sementara itu, dzikir dan selawat menjadi ruang penguatan spiritual, sedangkan pemberian penghargaan merupakan bentuk apresiasi terhadap kemampuan dan prestasi santri yang mengikuti berbagai perlombaan.
Bagi Rambipuji dan wilayah lain di Kabupaten Jember, peringatan Hari Santri menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah membutuhkan dukungan pendidikan, penguatan karakter, dan kepedulian sosial di samping pembangunan fisik dan ekonomi.
Melalui tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas 2045”, HSN 2026 diharapkan mendorong santri mengambil peran lebih luas dalam kehidupan masyarakat tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur pesantren. (sai)