logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Pendidikan

Bupati Fawait Genjot Pendidikan, SMPN 1 Mumbulsari Rasakan Manfaatnya

  • 10 April 2026
  • Dibaca 731 Kali
Bagikan Via:
bupati-fawait-genjot-pendidikan-smpn-1-mumbulsari-rasakan-manfaatnya-20260411

Bupati Fawait Genjot Pendidikan, SMPN 1 Mumbulsari Rasakan Manfaatnya

JEMBER, 10 APRIL 2026 - Kegiatan apel siswa dalam rangkaian program Bunga Desaku di SMP Negeri 1 Mumbulsari pada 6-7 April 2026, menjadi momen penyampaian apresiasi terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Jember di sektor pendidikan.

Kepala SMP Negeri 1 Mumbulsari, Misnadi, S. Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Bupati Jember, Muhammad Fawait, atas upaya intensif dalam melobi pemerintah pusat sehingga Kabupaten Jember memperoleh gelontoran anggaran terbesar sepanjang sejarah.

Pernyataan tersebut disampaikan Misnadi saat apel siswa SMP Negeri 1 Mumbulsari dalam rangka kegiatan Bunga Desaku pada Selasa, 07 April 2026.

“Kami sangat berterima kasih kepada Gus Bupati Fawait yang telah berupaya keras melobi Jakarta secara intensif. Hasilnya, Jember mendapatkan anggaran terbesar sepanjang sejarah, dan kami di sekolah benar-benar merasakan manfaatnya,” ujar Misnadi di hadapan para siswa dan dewan guru.

Ia menuturkan, pada era kepemimpinan Gus Fawait, sektor pendidikan di Jember mengalami kemajuan pesat, khususnya dalam pembangunan infrastruktur fisik. SMP Negeri 1 Mumbulsari sendiri mendapatkan tambahan 10 ruang, terdiri dari 8 ruang rehabilitasi kelas, 1 laboratorium, dan 1 kamar mandi/toilet. Penambahan tersebut dinilai mampu mengatasi keterbatasan ruang belajar di sekolah dengan sekitar 670 siswa.

“Alhamdulillah, dengan adanya tambahan ruang kelas baru, kebutuhan ruang belajar yang sebelumnya kurang kini sudah teratasi,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Misnadi juga mengungkapkan bahwa keberhasilan Pemerintah Kabupaten Jember dalam menekan angka putus sekolah dari 42 ribu menjadi 22 ribu tidak lepas dari peran aktif sekolah. Di SMP Negeri 1 Mumbulsari, pihaknya menerapkan pendekatan dengan menjadikan sekolah sebagai rumah kedua bagi siswa.

“Kami menanamkan kepada guru bahwa semua dimulai dari guru. Guru harus menjadi teladan agar siswa merasa nyaman dan betah di sekolah,” katanya.

Untuk mengatasi siswa yang enggan bersekolah, pihak sekolah aktif menjalin komunikasi dengan orang tua. Bahkan, jika terdapat kendala seperti tidak memiliki sepatu atau tas, guru akan mendatangi rumah siswa dan berkoordinasi dengan orang tua.

“Kalau ada siswa yang terkendala, kami datangi rumahnya, kami ajak komunikasi orang tuanya, dan bila perlu kami bantu membelikan sepatu atau tas agar anak tetap bisa sekolah,” ungkapnya.

Terkait kebijakan penguatan digitalisasi, Misnadi menyebut program tersebut berjalan dengan baik berkat dukungan fasilitas seperti televisi berukuran besar untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Ia juga mendorong para guru untuk terus meningkatkan kualitas diri di era digital dengan aktif mengikuti seminar, pelatihan, dan program dari Dinas Pendidikan.

“Alhamdulillah berjalan lancar. Siswa senang karena bisa melihat video pembelajaran maupun kegiatan mereka yang diputar di kelas,” jelasnya.

Di akhir amanatnya dalam apel tersebut, Misnadi kembali menyampaikan terima kasih sekaligus doa bagi kepemimpinan daerah.

“Kami berterima kasih dan mendoakan Gus Fawait agar selalu diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan tugas memimpin Jember,” pungkasnya. (sh)

Galeri Foto