Bupati Jember Paparkan Capaian Program Pemerintah di Depan Forum Komunikasi Ponpes dan Guru Ngaji
- 17 Juni 2026
- Dibaca 14 Kali
Bagikan Via:
Bupati Jember Paparkan Capaian Program Pemerintah di Depan Forum Komunikasi Ponpes dan Guru Ngaji
JEMBER, 17 JUNI 2026 - Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait, S.E., M,Sc., di depan para pengasuh dan pengurus pesantren, serta guru ngaji, memaparkan capaian program pemerintah daerah.
Beberapa capaian yang disampaikan diantaranya angka pertumbuhan ekonomi yang mengalami kenaikan mencapai 6,35 persen pada triwulan 1 tahun 2026, capaian ini melampaui rata-rata pertumbuhan Provinsi Jawa Timur (5,96 persen) dan nasional (5,61 persen), menjadikannya yang tertinggi di kawasan Sekarkijang.
"Alhamdulillah, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jember, mengalami kenaikan sebesar 6,35 persen pada triwulan pertama tahun ini, dimana capaian ini tertinggi untuk kawasan Sekar kijang," ujar Bupati saat memberikan sambutan pada acara Pengukuhan Forum Komunikasi Ponpes dan Guru Ngaji di Pendopo Wahyawibawa graha pada Selasa, 16 Juni 2026.
Selain itu, capaian program pemerintah Kabupaten Jember, yang saat ini sudah berjalan on the track, diantaranya adalah program Universal Health Coverage (UHC), dimana pada program ini, masyarakat yang memiliki KTP Jember, bisa berobat gratis di seluruh rumah sakit di seluruh Indonesia yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.
Capaian program unggulan lainnya adalah Beasiswa Cinta Bergema, yakni memberikan biaya pendidikan kuliah warga Jember, salah satunya adalah beasiswa untuk para santri dan anak guru ngaji.
"Beasiswa khusus untuk santri dan guru ngaji ini, mungkin sejarah di Kabupaten Jember, dan kami harapkan, forum komunikasi yang sudah terbentuk ini, bisa menjembatani kepada santri dan anak guru ngaji yang akan mengajukan beasiswa kuliah," jelasnya.
Selain itu, melalui forum komunikasi ini, Bupati berharap, pesantren juga bisa mendapatkan akses yang lebih mudah saat mengadakan kegiatan, terutama dalam mengakses layanan pemerintah.
Tidak hanya itu, Bupati juga berharap, forum komunikasi ini, bisa menjembatani aspirasi santri, guru ngaji dan masyarakat dengan Pemkab Jember.
"Misal ada guru ngaji yang membutuhkan layanan, nanti forum komunikasi ini bisa membantu menghubungkan dengan pemerintah, baik itu layanan administrasi maupun layanan sosial," jelasnya.
Acara pengukuhan Forum Komunikasi Ponpes dan Guru Ngaji ini dihadiri oleh KepalaPerangkat Daerah, camat se - Kabupaten Jember, Ketua PCNU Kencong, Ketua PCNU Jember, Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Ketua Musyawarah Antar Gereja (MAG) Jember, dan Ketua Persatuan Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Jember.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan permohonan maaf, karena belum bisa silaturahmi ke pesantren-pesantren yang ada di Jember, (al)