Camat Gumukmas Sebut Agroindustri Mengkudu Peluang Ekonomi Rakyat
- 28 Maret 2026
- Dibaca 265 Kali
Bagikan Via:
Camat Gumukmas Sebut Agroindustri Mengkudu Peluang Ekonomi Rakyat
JEMBER, 28 MARET 2026 - Pengembangan usaha dagang di bidang agroindustri berbasis buah mengkudu di Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, dinilai mampu membuka peluang kerja sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya petani lokal.
Camat Gumukmas, Dannie Allcholin, mengatakan bahwa keberadaan usaha tersebut memberikan dampak positif bagi warga sekitar. Selain menyerap tenaga kerja, sektor ini juga mendorong petani untuk memanfaatkan lahan dengan menanam mengkudu sebagai komoditas bernilai ekonomi.
“Usaha agroindustri ini dapat memberi peluang lapangan pekerjaan bagi warga sekitar dan para petani mengkudu, khususnya di Kabupaten Jember. Mereka bisa mendapatkan penghasilan tambahan dengan menjual hasil tanamannya, sehingga dapat membantu mengurangi angka pengangguran,” ujarnya, Sabtu 28 Maret 2026.
Namun demikian, ia mengungkapkan bahwa ketersediaan bahan baku masih menjadi kendala utama. Dari kebutuhan sekitar 300 ton per bulan, saat ini pasokan yang tersedia baru mencapai sekitar 130 ton.
Kondisi tersebut, lanjutnya, justru membuka peluang besar bagi masyarakat untuk terlibat lebih aktif dalam budidaya tanaman mengkudu. Pemerintah kecamatan pun mendorong gerakan penanaman secara masif di tingkat rumah tangga.
“Ini peluang besar. Kami ingin menumbuhkan ekonomi kerakyatan dengan mengajak warga menanam buah ini agar dapat menjadi sumber penghasilan keluarga, khususnya bagi warga miskin atau pengangguran,” katanya.
Ia juga berharap Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Pertanian dapat memberikan dukungan berupa bantuan bibit mengkudu kepada masyarakat. Setiap rumah tangga diharapkan dapat menanam minimal 10 batang di pekarangan masing-masing.
Di balik perkembangannya, usaha ini juga telah membangun kemitraan luas dengan petani. Pemilik usaha Jember Sari Mengkudu (JMS), Akhmad Muadi, menyebut pihaknya kini bekerja sama dengan ratusan petani dari empat kabupaten di wilayah Tapal Kuda, yakni Jember, Lumajang, Bondowoso, dan Situbondo.
Menurutnya, para petani dan warga sekitar memperoleh tambahan penghasilan dari penjualan buah mengkudu. Dalam sehari, mereka dapat meraih pendapatan berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp300 ribu, tergantung jumlah pasokan yang dihasilkan.
Dengan potensi pasar yang masih terbuka lebar, pengembangan agroindustri mengkudu diharapkan mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut. (rir)