logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

Gerakan Bumil Sehat Perkuat Komitmen Bersama Wujudkan Ibu dan Bayi Sehat dan Selamat di Kabupaten Jember

  • 03 Juli 2026
  • Dibaca 48 Kali
Bagikan Via:
gerakan-bumil-sehat-perkuat-komitmen-bersama-wujudkan-ibu-dan-bayi-sehat-dan-selamat-di-kabupaten-jember-20260704

Gerakan Bumil Sehat Perkuat Komitmen Bersama Wujudkan Ibu dan Bayi Sehat dan Selamat di Kabupaten Jember

JEMBER, 03 JULI 2026 – Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Jember terus memperkuat upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Balita (AKB), sekaligus pencegahan stunting sejak masa kehamilan melalui kegiatan “Gerakan Bumil Sehat” yang digelar di Kecamatan Ajung, Jumat 03 Juli 2026.

Kegiatan ini merupakan salah satu implementasi penggerakan masyarakat melalui budaya Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dengan melibatkan masyarakat dan multistakeholder, antara lain jajaran pemerintahan daerah, tenaga kesehatan, penyuluh KB, KUA, TP PKK, Fatayat, muslimat, kader Posyandu, PIK-R, SBH, ibu hamil dan pendampingnya

Gerakan Bumil Sehat menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman ibu hamil mengenai pentingnya pemeriksaan kehamilan sesuai standar, kesiapan menghadapi persalinan, hingga pemenuhan gizi selama masa kehamilan. Selain edukasi, kegiatan juga diisi dengan deklarasi komitmen bersama lintas sektor untuk memperkuat pendampingan ibu hamil di wilayah Kabupaten Jember.

Kepala Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Jember, Muhammad Zamroni, S.H., M.Si., menegaskan bahwa kehamilan merupakan fase yang sangat menentukan kualitas generasi mendatang. Oleh karena itu, setiap ibu hamil harus memperoleh pelayanan kesehatan yang optimal agar proses kehamilan hingga persalinan berlangsung aman.

“Kehamilan adalah momen yang sangat berharga sekaligus masa krusial yang membutuhkan perhatian penuh. Setiap ibu hamil berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal agar proses kehamilan hingga persalinan dapat berjalan dengan aman, selamat, dan melahirkan generasi penerus yang sehat serta bebas dari stunting,” ujarnya.

Salah satu upaya yang terus diperkuat adalah peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu hamil melalui pemeriksaan kehamilan atau antenatal care minimal enam kali sesuai standar yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 21 Tahun 2021. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam mendeteksi risiko kehamilan sedini mungkin sehingga komplikasi dapat dicegah.

Menurut Zamroni, keberhasilan menurunkan AKI dan AKB tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan semata. Diperlukan keterlibatan aktif ibu hamil, keluarga, kader kesehatan, hingga pemerintah desa agar setiap ibu hamil memperoleh pendampingan yang optimal.

“Dinas Kesehatan PPKB terus berkomitmen penuh untuk menurunkan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi. Namun, perjuangan ini tidak bisa kami lakukan sendiri. Dibutuhkan peran aktif dari ibu hamil itu sendiri, dukungan penuh dari suami dan keluarga, serta pengawalan ketat dari para kader dan tenaga kesehatan di lapangan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Zamroni juga menekankan pentingnya implementasi Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K). Beliau mengingatkan bahwa P4K bukan sekadar pemasangan stiker di rumah, melainkan komitmen nyata seluruh pihak dalam mempersiapkan persalinan yang aman.

Beberapa poin yang harus dipastikan dalam P4K meliputi penentuan tempat persalinan dan tenaga kesehatan yang akan menolong, kesiapan pembiayaan melalui jaminan kesehatan, ketersediaan transportasi atau ambulans desa, penyiapan calon pendonor darah, serta kehadiran pendamping yang siap mengambil keputusan cepat apabila terjadi kondisi kegawatdaruratan.

Kegiatan Gerakan Bumil Sehat juga menghadirkan sesi edukasi dari dr. Pamela Sidharta, Sp.OG. yang memberikan materi mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama kehamilan, mengenali tanda bahaya kehamilan, serta upaya pencegahan komplikasi agar ibu dan bayi tetap sehat hingga proses persalinan. Selain itu, Ritawati, S.Tr.Keb., Bdn. turut memberikan pembekalan mengenai kesiapan persalinan, pendampingan ibu hamil, dan asupan nutrisi bagi ibu hamil.

Sebagai bentuk komitmen bersama, seluruh pemangku kebijakan, tenaga kesehatan, dan para pemangku kepentingan yang hadir mendeklarasikan dukungan untuk memastikan setiap ibu hamil terdata dengan baik, memperoleh pelayanan pemeriksaan kehamilan sesuai standar, memperkuat pendampingan lintas sektor, serta memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas, responsif, dan ramah bagi ibu hamil.

Melalui Gerakan Bumil Sehat, Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Jember berharap sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, keluarga, dan masyarakat semakin kuat sehingga mampu mewujudkan tujuan bersama, yaitu “Ibu Selamat, Bayi Sehat, Generasi Hebat”. (ken)

Galeri Foto