logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

Capaian K6 dan Suplementasi Gizi Jadi Perhatian, DinkesPPKB Jember Dorong Penguatan Intervensi di 50 Puskesmas

  • 07 Oktober 2026
  • Dibaca 8 Kali
Bagikan Via:
capaian-k6-dan-suplementasi-gizi-jadi-perhatian-dinkesppkb-jember-dorong-penguatan-intervensi-di-50-puskesmas-20261007

Capaian K6 dan Suplementasi Gizi Jadi Perhatian, DinkesPPKB Jember Dorong Penguatan Intervensi di 50 Puskesmas

JEMBER, 07 OKTOBER 2026 — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinkesPPKB) Kabupaten Jember mendorong penguatan intervensi spesifik stunting di seluruh Puskesmas. Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Publikasi Data Triwulan III Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Bawah Pemerintah Kabupaten Jember, Selasa 6 Oktober 2026

Forum yang diikuti PJ KIA dari 50 Puskesmas se-Kabupaten Jember tersebut membahas capaian sejumlah indikator program, termasuk pelayanan ibu hamil dan intervensi spesifik stunting.

Dalam evaluasi yang disampaikan oleh Mudiyarto dari Bidang Kesmas DinkesPPKB Jember bersama dosen dari Polkesma Jember, terdapat sejumlah indikator yang masih membutuhkan penguatan. Capaian K6 dan indikator suplementasi gizi menjadi perhatian karena capaian keduanya masih relatif rendah.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat DinkesPPKB Jember, Dr. Gini Wuryandari, M.Kes., menegaskan bahwa capaian indikator tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan target program, tetapi juga berhubungan dengan upaya memastikan ibu dan anak memperoleh pelayanan kesehatan serta intervensi gizi secara tepat waktu.

“Salah satu hal yang perlu menjadi perhatian bersama adalah capaian beberapa indikator intervensi spesifik stunting yang masih perlu ditingkatkan. Indikator K6 serta indikator suplementasi gizi masih menunjukkan capaian yang relatif rendah.”

Ia menambahkan, kondisi tersebut perlu segera ditindaklanjuti melalui penguatan koordinasi dan pemantauan di tingkat Puskesmas.

“Untuk itu, DinkesPPKB berharap kepada seluruh PJ KIA di 50 Puskesmas agar dapat melakukan penguatan koordinasi dengan petugas terkait, memastikan pelaksanaan intervensi di lapangan, serta melakukan pemantauan capaian secara berkala,” ujarnya.

DinkesPPKB Jember meminta setiap Puskesmas segera mengidentifikasi faktor yang menyebabkan rendahnya capaian, sehingga dapat disusun langkah tindak lanjut yang lebih tepat dan sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing.

Penguatan indikator K6 dan suplementasi gizi diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan pelayanan ibu dan anak sekaligus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Jember.

Perbedaan strateginya: berita pertama menonjolkan pelayanan KIA dan evaluasi K1–K6, sedangkan berita kedua menonjolkan persoalan capaian K6, suplementasi gizi, dan percepatan penurunan stunting. Dengan begitu, keduanya bisa dipublikasikan sebagai dua berita berbeda dari satu kegiatan.(fam)

Galeri Foto