Cegah Penipuan Digital, DTPHP Jember Gandeng BRI dan Kodim Bekali Poktan Kelola Dana Bantuan
- 21 Juli 2026
- Dibaca 5 Kali
Bagikan Via:
Cegah Penipuan Digital, DTPHP Jember Gandeng BRI dan Kodim Bekali Poktan Kelola Dana Bantuan
JEMBER, 21 JULI 2026 – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember memperkuat pengamanan penyaluran bantuan pemerintah kepada kelompok tani dengan menggelar pembekalan teknis bagi ketua kelompok tani (Poktan) dan Unit Pengelola Kegiatan Kelompok (UPKK). Kegiatan tersebut menghadirkan Bank BRI sebagai bank penyalur serta Kodim 0824 Jember untuk memberikan pemahaman mengenai pengelolaan dana bantuan yang aman, tertib administrasi, dan tepat sasaran. Kegiatan tersebut digelar pada Selasa, 21 Juli 2026, di Aula DTPHP Kabupaten Jember.
Pembekalan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi agar proses pencairan bantuan tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga terhindar dari berbagai risiko, mulai dari kesalahan administrasi hingga maraknya penipuan digital yang menyasar penerima bantuan pemerintah.
Kepala Bidang Prasarana, Sarana dan Penyuluh Pertanian DTPHP Kabupaten Jember, Moch. Kosim, S.TP., M.P, mengatakan keberhasilan sebuah program bantuan tidak hanya ditentukan oleh cepatnya pencairan dana, tetapi juga bagaimana dana tersebut dikelola secara bertanggung jawab oleh kelompok tani.
Ia menegaskan hubungan antara Poktan dan UPKK harus berjalan selaras karena UPKK merupakan pelaksana teknis yang bekerja atas nama kelompok tani. Seluruh keputusan maupun pelaksanaan kegiatan harus diketahui dan disepakati bersama agar tidak memunculkan persoalan di kemudian hari.
"Jangan sampai ada ketidaksesuaian antara ketua poktan dengan koordinator UPKK. Yang paling penting pekerjaan selesai tepat administrasi, tepat mutu, dan tepat waktu," tegas Kosim.
Sementara itu, perwakilan Bank BRI, Tama, memberikan edukasi literasi keuangan kepada seluruh peserta. Ia mengingatkan agar peserta tidak mudah percaya terhadap pihak yang mengatasnamakan BRI dengan meminta PIN ATM, kode OTP, password BRImo, maupun data pribadi melalui telepon atau pesan singkat.
"Petugas resmi BRI tidak pernah meminta informasi rahasia tersebut. Apabila menemukan kendala dalam transaksi, peserta diminta segera menghubungi kantor BRI atau DTPHP dan tidak mencari solusi melalui situs internet yang belum jelas keamanannya karena berpotensi mengarahkan pada tautan palsu," ujar Tama.
Selain keamanan digital, peserta juga diimbau agar tidak membawa uang tunai dalam jumlah besar setelah pencairan. Dana disarankan tetap disimpan di rekening dan diambil sesuai kebutuhan pelaksanaan kegiatan agar lebih aman sekaligus memudahkan proses pertanggungjawaban penggunaan anggaran.
Pada kesempatan yang sama, Bati Wanwil Kodim 0824 Jember, Serma Rendra, menjelaskan Babinsa akan mendampingi kelompok tani sejak dana dicairkan hingga pekerjaan selesai. Pendampingan dilakukan melalui pemantauan progres pekerjaan, koordinasi di lapangan, hingga membantu menyelesaikan berbagai kendala yang mungkin muncul selama pelaksanaan program.
"Kalau ada kendala di lapangan, silakan dikoordinasikan dengan Babinsa sehingga tidak terjadi miskomunikasi. Pendampingan ini dilakukan sampai pekerjaan selesai," ujar Rendra.
Melalui sinergi antara DTPHP Kabupaten Jember, Bank BRI, dan Kodim 0824 Jember, pemerintah berharap seluruh bantuan yang disalurkan dapat dimanfaatkan secara optimal, aman dari potensi penyalahgunaan maupun penipuan digital, serta mampu mendukung kelancaran pembangunan sarana pertanian sesuai ketentuan yang berlaku. (ima)