logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

Cegah Perokok Pemula Sejak Dini, Dinkes PPKB Jember Perkuat Lingkungan Tanpa Rokok

  • 26 September 2026
  • Dibaca 2 Kali
Bagikan Via:
cegah-perokok-pemula-sejak-dini-dinkes-ppkb-jember-perkuat-lingkungan-tanpa-rokok-20260927

Cegah Perokok Pemula Sejak Dini, Dinkes PPKB Jember Perkuat Lingkungan Tanpa Rokok

JEMBER, 26 SEPTEMBER 2026 – Mencegah anak dan remaja menjadi perokok pemula menjadi bagian penting dalam upaya pengendalian penyakit tidak menular. Karena itu, penguatan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kabupaten Jember tidak hanya diarahkan pada kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga pada terciptanya lingkungan yang mampu melindungi masyarakat, terutama generasi muda, dari paparan dan kebiasaan merokok.

Hal tersebut menjadi salah satu perhatian Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Jember dalam Workshop Sosialisasi dan Co-Kreasi Model Pemanfaatan DBHCHT untuk Penguatan Implementasi KTR Kabupaten Jember di Java Lotus Hotel Jember pada Jumat, 25 September 2026.

Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Pendanaan Inovasi Universitas Indonesia (PPI) 2026 ini menjadi ruang untuk membahas penguatan kebijakan KTR sekaligus menggali masukan dari berbagai sektor. Forum tersebut melibatkan unsur pemerintah daerah, akademisi, tenaga kesehatan, organisasi profesi, hingga pemangku kepentingan terkait.

Krisna Puji Rahmayanti, Ph.D., dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, mengatakan pencegahan perlu dimulai dengan membangun lingkungan yang mendukung masyarakat untuk tidak merokok. Menurutnya, lingkungan tersebut penting terutama bagi anak yang sedang berada dalam tahap tumbuh dan berkembang.

“Kami ingin memastikan setiap anak yang lahir dan tumbuh di Jember memiliki lingkungan, kebijakan, fasilitas, dan layanan yang mendukung mereka agar tidak menjadi perokok ketika dewasa,” ujar Krisna.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kemenkes RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid., yang mengikuti kegiatan secara daring, menekankan pentingnya pemerintah daerah memiliki regulasi yang mendukung penerapan KTR.

“Kami sepakat bahwa kita tidak melarang orang untuk merokok, tetapi merokoklah pada tempatnya,” kata Siti Nadia.

Dari sisi daerah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes PPKB Kabupaten Jember, dr. Rita Wahyuningsih, M.Kes, menjelaskan bahwa KTR menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih sehat. Penerapannya membutuhkan dukungan lintas sektor agar aturan tidak berhenti pada aspek regulasi, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FKM Universitas Jember, dr. Dewi Rokhmah, S.KM., M.Kes., menilai penguatan KTR perlu didukung pendekatan promotif dan preventif.

“Pemanfaatan dana DBHCHT ini masih banyak tantangannya karena idealnya dana harusnya banyak dialokasikan ke kegiatan preventif promotif termasuk dalam penerapan KTR,” ujar Dewi.

Melalui proses sosialisasi dan co-kreasi, Dinkes PPKB Jember mendorong agar masukan dari berbagai pihak dapat menjadi bagian dari penyempurnaan model pemanfaatan DBHCHT. Penguatan tersebut diharapkan dapat mendukung lingkungan yang semakin kondusif bagi anak dan masyarakat untuk tumbuh tanpa kebiasaan merokok. (ken)

Galeri Foto