Cegah Stunting Sejak Dini, Kelurahan Karangrejo Bekali Kader Posyandu dengan Peningkatan Kompetensi
- 23 Juli 2026
- Dibaca 30 Kali
Bagikan Via:
Cegah Stunting Sejak Dini, Kelurahan Karangrejo Bekali Kader Posyandu dengan Peningkatan Kompetensi
JEMBER, 22 JULI 2026 – Pemerintah Kelurahan Karangrejo bersama Puskesmas Sumbersari menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu di Pendapa Kelurahan Karangrejo, Rabu 22 Juli 2026. Kegiatan yang diikuti sekitar 100 kader Posyandu se-Kelurahan Karangrejo ini bertujuan meningkatkan kompetensi kader sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam pelayanan ibu hamil, bayi, balita, dan lansia, sekaligus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting di tingkat kelurahan.
Kegiatan menghadirkan Sekretaris Kelurahan Karangrejo Suhartono, Ahli Gizi Puskesmas Sumbersari Widi Maria Faiqotul Hikmah, Bidan Puskesmas Sumbersari Risqi Dwi Karomah, Bidan Wilayah Kelurahan Karangrejo Hendry Wulandari dan Atik Arlita, serta diikuti 86 kader Posyandu dari seluruh wilayah Kelurahan Karangrejo. Para peserta memperoleh pembekalan mengenai penguatan peran kader dalam pelayanan kesehatan, pencegahan stunting, pemanfaatan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), pemantauan tumbuh kembang balita, hingga edukasi gizi seimbang bagi masyarakat.
Sekretaris Kelurahan Karangrejo, Suhartono, mengatakan kader Posyandu memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat. Menurutnya, peningkatan kapasitas kader harus dilakukan secara berkelanjutan agar kualitas pelayanan Posyandu terus meningkat dan mampu menjawab berbagai persoalan kesehatan di lingkungan.
"Kader Posyandu adalah garda terdepan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang terus diperbarui, kami berharap para kader mampu memberikan edukasi yang benar, mendampingi masyarakat, serta menjadi penghubung yang baik antara warga dengan tenaga kesehatan," ujar Suhartono.
Dalam sesi materi gizi, Ahli Gizi Puskesmas Sumbersari Widi Maria Faiqotul Hikmah menekankan pentingnya pengisian Kartu Menuju Sehat (KMS) secara benar dan lengkap sebagai dasar pemantauan pertumbuhan balita. Menurutnya, data KMS menjadi acuan untuk mengetahui status gizi anak sehingga kader harus memahami cara membaca hasil penimbangan dan pengukuran secara tepat.
Ia juga menjelaskan perbedaan kondisi underweight atau berat badan kurang, stunting yang merupakan gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis sehingga tinggi badan anak tidak sesuai usianya, serta wasting, yaitu kondisi tubuh kurus akibat kekurangan gizi akut. Pemahaman terhadap ketiga kondisi tersebut dinilai penting agar kader mampu melakukan deteksi dini sekaligus memberikan edukasi yang tepat kepada keluarga balita.
"Apabila ditemukan balita yang mengalami stunting atau gangguan pertumbuhan lainnya, kader diharapkan segera berkoordinasi dengan bidan wilayah dan merujuk ke Poli Anak Puskesmas Sumbersari agar mendapatkan penanganan sedini mungkin. Semakin cepat kasus ditemukan dan dilaporkan, semakin cepat pula penanganan dapat dilakukan sehingga risiko gangguan tumbuh kembang dapat diminimalkan," jelas Widi Maria.
Ia menambahkan, bagi masyarakat yang memanfaatkan layanan Universal Health Coverage (UHC), rujukan lanjutan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku menuju RSUD dr. Soebandi. Karena itu, kader diharapkan aktif memantau kondisi balita di wilayahnya, memberikan edukasi gizi seimbang, serta mendorong masyarakat rutin memanfaatkan layanan Posyandu setiap bulan.
Sementara itu, Bidan Puskesmas Sumbersari Risqi Dwi Karomah menyampaikan materi mengenai optimalisasi pemanfaatan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) sebagai media pencatatan sekaligus edukasi kesehatan ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, bayi, dan balita.
Ia menjelaskan bahwa kader memiliki peran penting dalam mengedukasi ibu hamil agar memahami isi Buku KIA, mengingatkan untuk selalu membawa buku tersebut saat pemeriksaan kesehatan, melakukan kunjungan rumah kepada ibu yang tidak rutin hadir di Posyandu, serta berkoordinasi dengan tenaga kesehatan apabila ditemukan ibu hamil berisiko. Selain itu, kader juga didorong melibatkan keluarga agar turut mendukung pemenuhan gizi ibu hamil dan kepatuhan terhadap pemeriksaan kehamilan.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kelurahan Karangrejo berharap seluruh kader Posyandu semakin profesional, aktif, dan responsif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Peningkatan kapasitas kader diharapkan mampu memperkuat deteksi dini masalah kesehatan ibu dan anak, meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu, serta mendukung terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting di Kelurahan Karangrejo. (aji)