logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

Dampak Positif Pelatihan Keamanan Pangan: Peserta UMKM Memperluas Jaringan dan Meningkatkan Kualitas Produk

  • 13 Mei 2026
  • Dibaca 79 Kali
Bagikan Via:
dampak-positif-pelatihan-keamanan-pangan-peserta-umkm-memperluas-jaringan-dan-meningkatkan-kualitas-produk-20260515

Dampak Positif Pelatihan Keamanan Pangan: Peserta UMKM Memperluas Jaringan dan Meningkatkan Kualitas Produk

JEMBER, 13 MEI 2026 – Dinas Kesehatan Kabupaten Jember menggelar penyuluhan Keamanan Pangan (PKP) yang difasilitasi khusus bagi pelaku UMKM pada 12 hingga 13 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Aston Jember ini diberikan secara gratis sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah dalam membantu pelaku usaha memperoleh Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT).

Pelatihan tersebut mendapat respons positif dari para peserta karena dinilai memberikan manfaat nyata, terutama bagi pelaku usaha yang baru merintis. Selain mendapatkan pemahaman mengenai keamanan pangan, peserta juga memperoleh pendampingan langsung terkait standar produksi pangan yang aman dan layak edar.

Salah satu peserta, Jefri Rasio, pelaku usaha kerupuk biji durian “Duri Crackers”, mengaku program ini sangat membantu bagi UMKM yang sedang berkembang. Menurutnya, keberadaan sertifikat PIRT menjadi hal penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk yang dijual.

“Menurut saya program ini sangat penting, apalagi bagi pengusaha awal atau seseorang yang baru merintis usahanya. Karena dengan adanya PKP ini, usaha itu setidaknya memiliki izin PIRT untuk diedarkan ke masyarakat. Selain itu, kita juga bisa menyalurkan ilmu ini kepada orang-orang produksi nanti,” ujar Jefri.

Tidak hanya memberikan legalitas usaha, pelatihan ini juga menjadi ruang belajar bagi para pelaku UMKM yang selama ini menjalankan usahanya secara otodidak. Para peserta mendapatkan materi mengenai keamanan pangan, proses produksi yang higienis, hingga tata cara pengemasan produk yang sesuai standar.

Jefri menambahkan, manfaat terbesar yang ia rasakan dari program gratis yang diselenggarakan Dinas Kesehatan tersebut adalah adanya pendampingan langsung dari narasumber yang berpengalaman.

“Yang kami rasakan dengan adanya program gratis ini dari Dinkes, kita merasa ada wadah untuk belajar terkait keamanan pangan itu sendiri. Jadi kita sangat terbantu oleh adanya program ini, karena bagi kami yang belajar secara otodidak, akhirnya ada yang bisa membimbing langsung,” tambahnya.

Sebelumnya, kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Jember, Muhammad Zamroni. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pemahaman keamanan pangan bagi pelaku usaha agar produk yang dihasilkan aman dikonsumsi masyarakat serta mampu bersaing di pasaran.

“Kami berharap setelah mengikuti kegiatan bimbingan teknis ini, seluruh peserta dapat mengikuti post test di akhir sesi dan dinyatakan lulus sehingga dapat memenuhi syarat penerbitan izin PIRT,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini, para peserta juga dapat memperluas jaringan antarpelaku UMKM dan saling berbagi pengalaman dalam mengembangkan usaha masing-masing. Hal tersebut menjadi nilai tambah karena para pelaku usaha dapat saling mendukung untuk meningkatkan kualitas produk mereka.

Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong pelaku UMKM untuk semakin berkembang dengan produk yang aman, berkualitas, dan memiliki legalitas resmi. Dengan bekal pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan, para peserta kini lebih siap meningkatkan daya saing usaha sekaligus membangun kepercayaan konsumen terhadap produk lokal. (ken)

Galeri Foto