logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Ajung

DARI 10 EKOR MENGHASILKAN EMAS PUTIH: KISAH INSPIRATIF PETERNAK SAPI PERAH DI AJUNG

  • 01 Desember 2025
  • Dibaca 696 Kali
Bagikan Via:
dari-10-ekor-menghasilkan-emas-putih-kisah-inspiratif-peternak-sapi-perah-di-ajung-20251201

DARI 10 EKOR MENGHASILKAN EMAS PUTIH: KISAH INSPIRATIF PETERNAK SAPI PERAH DI AJUNG

01 Desember 2025 Jember, Susu sapi perah merupakan salah satu kebutuhan konsumsi yang sangat dibutuhkan masyarakat sebagai sumber gizi, multivitamin, serta mineral penting bagi tubuh. Permintaan terhadap susu segar di wilayah Kabupaten Jember terus meningkat dari tahun ke tahun, seiring dengan kesadaran masyarakat akan pola hidup sehat. Melihat potensi tersebut, usaha peternakan sapi perah menjadi sektor yang memiliki prospek ekonomi cukup menjanjikan apabila dikelola dengan baik.

Dalam rangka menggali lebih dalam peluang dan tantangan usaha peternakan sapi perah di wilayah Kecamatan Ajung, tim media PPID Kecamatan Ajung melakukan wawancara investigasi dengan salah satu peternak sapi perah yang sudah berpengalaman dan menjadi rujukan masyarakat setempat, yaitu Bapak Noer Hariyanto, warga Dusun Plalangan Desa Sukamakmur Kecamatan Ajung.
Beliau dikenal sebagai peternak yang telah menekuni usaha ini selama puluhan tahun. Dengan pengalaman yang cukup panjang, Bapak Noer memahami berbagai aspek penting dalam pemeliharaan, peningkatan produktivitas sapi, hingga pemasaran susu hasil produksi. Wawancara ini dipandu langsung oleh Bapak Imam Kholiq, selaku perwakilan tim media PPID Kecamatan Ajung.
Isi Wawancara.
Kholiq:
“Selamat pagi Bapak Noer Hariyanto. Kami dari PPID Kecamatan Ajung ingin mendapatkan informasi mengenai perkembangan usaha ternak sapi perah, tata cara pemeliharaannya, serta strategi pemasaran yang dilakukan Bapak selama ini.”
Noer Hariyanto:
“Selamat pagi. Dengan senang hati kami siap memberikan informasi sesuai pengalaman yang telah kami jalankan selama ini.”
Kholiq:
“Seberapa besar peluang usaha ternak sapi perah di wilayah Jember khususnya Ajung?”
Noer Hariyanto:
" Peluangnya sangat besar. Karena jumlah peternak sapi perah masih sangat sedikit. Kebutuhan susu di Jember mencapai sekitar 500 liter per hari. Namun, produksi dari peternak kecil jika digabung belum mampu mencapai angka tersebut. Itu artinya pasar masih sangat membutuhkan suplai tambahan.” Pernyataan tersebut menunjukkan adanya gap kebutuhan antara permintaan dan ketersediaan susu segar lokal, sehingga sektor usaha ternak sapi perah masih sangat layak untuk dikembangkan.
Kholiq:
"Berapa jumlah sapi yang ideal untuk memulai usaha ini?”
Noer Hariyanto:
" Idealnya memulai dengan 10 ekor, dilengkapi dua pekerja. Satu bertugas merawat sapi dan memerah susu, satu lagi bertanggung jawab menyediakan pakan berupa rumput hijauan. Lahan rumput harus tersedia agar produksi pakan mandiri dan tidak tergantung pada pembelian.” Dijelaskan pula bahwa untuk memenuhi kebutuhan pakan 10 ekor sapi, diperlukan lahan minimal 0,5 hektare dengan sistem panen bergilir agar ketersediaan rumput tetap berkelanjutan.
Kholiq:
"Apa tantangan utama dalam pengelolaan ternak sapi perah di Jember?”
Noer Hariyanto:
"Cuaca panas menjadi tantangan. Sapi perah membutuhkan kondisi sejuk agar produksi susunya optimal. Karena itu, kandang harus didesain dengan sirkulasi udara baik, bahkan perlu penambahan blower atau kipas angin untuk menjaga kenyamanan sapi.” Faktor kenyamanan lingkungan bagi sapi sangat memengaruhi produktivitas, sehingga menjadi perhatian utama peternak dalam melakukan investasi sarana dan prasarana pendukung.


Kholiq:

"Apakah ada kendala lain terkait bibit dan regenerasi sapi perah?”
Noer Hariyanto:
"Bibit inseminasi sapi perah masih sulit didapat karena Jember bukan sentra peternakan sapi perah. Selama ini jika terjadi birahi, terpaksa kawin silang dengan bibit sapi potong. Untuk menjaga regenerasi dan menambah populasi, kami membeli bibit calon indukan dari daerah sentra sapi perah seperti Pasuruan, Grati, Senduro, Pujon Malang, hingga Boyolali.” Diperlukan dukungan berkelanjutan dari dinas peternakan untuk memastikan keberlanjutan bibit berkualitas khusus sapi perah.
Kholiq:
"Apa saran bagi masyarakat yang ingin memulai usaha ternak sapi perah?”
Noer Hariyanto:
"Sangat dianjurkan untuk banyak belajar dari peternak yang sudah berjalan. Dengan demikian, gambaran mengenai teknis dan kendala bisa dipahami dengan baik sebelum memulai. Selain itu penting menjalin komunikasi antar-peternak sehingga ketika ada masalah dapat segera dicarikan solusi bersama.” Ia juga menegaskan, jika modal masyarakat masih terbatas dapat memulai dari 2 ekor sapi saja dan usaha susu dapat dilakukan dengan pemasaran keliling. Bahkan, sistem penitipan produk dapat dibantu dengan syarat mematuhi standar kualitas yang berlaku di peternakannya.
Wawancara ini memberikan gambaran bahwa usaha peternakan sapi perah di Kecamatan Ajung masih terbuka lebar untuk dikembangkan. Dengan permintaan pasar yang terus meningkat dan jumlah peternak yang masih terbatas, sektor ini dapat memberikan kontribusi ekonomi signifikan bagi masyarakat serta mendukung ketahanan pangan daerah.
Pemerintah Kecamatan Ajung menyambut baik upaya peningkatan potensi lokal ini dan berharap adanya sinergi antara peternak, masyarakat, serta dinas terkait dalam meningkatkan produktivitas, kualitas, dan pemasaran susu segar lokal.
Bapak Noer Hariyanto juga menyatakan kesiapannya menjadi pendamping bagi pelaku usaha pemula yang ingin serius menekuni ternak sapi perah.
📍 Alamat Peternakan:
Dusun Plalangan, Desa Sukamakmur, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember. Hp : 081287063669

Galeri Foto