logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup

Dari Ayam Mutiara hingga Maggot: DPRKPLH Dampingi SMPN 9 Jember Menuju Sekolah Adiwiyata dalam Aplikasi SIDIA

  • 05 November 2026
  • Dibaca 30 Kali
Bagikan Via:
dari-ayam-mutiara-hingga-maggot-dprkplh-dampingi-smpn-9-jember-menuju-sekolah-adiwiyata-dalam-aplikasi-sidia-20261105

Dari Ayam Mutiara hingga Maggot: DPRKPLH Dampingi SMPN 9 Jember Menuju Sekolah Adiwiyata dalam Aplikasi SIDIA

JEMBER, 05 NOVEMBER 2026 - Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Jember hadir langsung memberikan pendampingan teknis pengisian aplikasi Sistem Informasi Dokumentasi Adiwiyata (SIDIA) di SMPN 9 Jember pada Rabu, 04 November 2026.

Langkah jemput bola ini membuahkan hasil nyata, di mana status pendokumentasian lingkungan SMPN 9 Jember yang semula berada di Level 0 berhasil melonjak naik ke Level 1 dan resmi mengantongi Sertifikat Sekolah Adiwiyata di aplikasi SIDIA.

Pendampingan intensif fokus pada penginputan data-data krusial yang sempat menjadi kendala teknis sekolah, antara lain pembaharuan Data kader adiwiyata serta kalkulasi presisi data timbunan sampah organik dan anorganik harian yang dihasilkan oleh warga sekolah.

Tim Adiwiyata Kabupaten Jember sekaligus Penyuluh Lingkungan Hidup DPRKPLH, Mentik Diyah Andayani, S.H., menyampaikan bahwa kehadiran tim di lapangan adalah untuk menyelesaikan hambatan teknis yang sering dialami pihak sekolah.

"Kami melihat adanya kendala yang dirasakan pihak SMPN 9 Jember, terutama terkait detail perhitungan timbunan sampah harian dan validasi tautan SK yang kerap kedaluwarsa. Selain membenahi data SIDIA, sekolah juga membutuhkan sosialisasi lanjutan mengenai Pemanfaatan Maggot untuk Pakan Ternak serta Pengelolaan Bank Sampah Digital agar sistem pencatatan semakin terintegrasi," ungkap Mentik.

SMPN 9 Jember sendiri memiliki nilai keunggulan yang sangat kuat dalam penerapan wawasan lingkungan hidup. Sekolah ini mengoperasikan ekosistem ekonomi sirkular yang terpadu, mulai dari peternakan ayam mutiara dan ayam petelur, kebun sayur mandiri (bayam, sawi, kubis, seledri, dan cabai) untuk ketahanan pangan sekolah, hingga kolam budidaya lele yang memanfaatkan maggot dari pengolahan sampah organik harian.

Melihat potensi besar tersebut, Kepala Bidang Kebersihan DPRKPLH Kabupaten Jember, Arief Rachman Nuya S.T., menegaskan komitmen dinas untuk terus mengawal progres SMPN 9 Jember ke jenjang yang lebih tinggi.

"SMPN 9 Jember ini perlu kita dorong bersama untuk maju ke penilaian Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi tahun depan. Potensinya sangat siap dan terintegrasi—mereka sudah punya integrasi maggot, kolam lele, kebun sayur, hingga peternakan ayam petelur. Ini adalah paket lengkap ekonomi sirkular di lingkungan sekolah yang patut dicontoh," tegas Nuya.

Melalui pendampingan ini, DPRKPLH berharap kelengkapan administrasi digital di SIDIA berbanding lurus dengan konsistensi budaya ramah lingkungan yang telah tumbuh di SMPN 9 Jember. (fag)

Galeri Foto