Tak Semua Bercak Itu Kusta, Puskesmas Lojejer Datang Memastikan
- 07 Oktober 2026
- Dibaca 21 Kali
Bagikan Via:
Tak Semua Bercak Itu Kusta, Puskesmas Lojejer Datang Memastikan
LOJEJER, JEMBER – Tidak semua bercak pada kulit berarti kusta. Namun, setiap bercak yang dicurigai perlu diperiksa agar dapat diketahui secara pasti. Semangat inilah yang menjadi bagian dari kegiatan Active Case Finding (ACF) kusta yang dilakukan Puskesmas Lojejer pada Rabu (7/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi langkah Puskesmas Lojejer dalam memperkuat penemuan kasus kusta secara aktif di masyarakat. Bukan hanya mengandalkan pasien datang ke fasilitas kesehatan, upaya penemuan juga dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur di tingkat desa.
Dalam kegiatan ACF ini, Puskesmas Lojejer meminta dukungan pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta tokoh agama yang memiliki peran positif di tengah masyarakat. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu membuka akses informasi dan mendorong masyarakat untuk lebih peka terhadap tanda-tanda yang perlu diperiksakan. Selanjutnya, tiga kader kesehatan akan bergerak menyisir masyarakat untuk menemukan warga yang memiliki bercak kulit yang dicurigai sebagai gejala kusta. Data dari hasil penyisiran kemudian dilaporkan kepada Penanggung Jawab (PJ) Kusta Puskesmas Lojejer.
Laporan tersebut menjadi dasar bagi petugas untuk melakukan tindak lanjut. PJ Kusta bersama bidan wilayah akan mendatangi rumah warga yang terduga untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan apakah bercak yang ditemukan benar merupakan kusta atau bukan. Langkah tersebut penting karena penemuan secara dini memungkinkan kasus mendapatkan penanganan lebih cepat. Kementerian Kesehatan juga menekankan bahwa strategi utama pengendalian kusta adalah menemukan kasus sedini mungkin dan memberikan pengobatan sampai tuntas.
Yang menarik, kegiatan ACF kali ini juga menghadirkan seseorang yang pernah menderita kusta dan telah sembuh. Ia membagikan pengalaman pribadinya kepada peserta, mulai dari saat mengalami sakit hingga menjalani pengobatan di Puskesmas. Cerita tersebut menjadi pengingat bahwa kusta bukan akhir dari segalanya. Dengan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat serta kepatuhan menjalani terapi, kusta dapat disembuhkan. Pengobatan kusta juga disediakan pemerintah secara gratis melalui fasilitas pelayanan kesehatan.
Melalui kegiatan ini, Puskesmas Lojejer tidak hanya berupaya menemukan kasus lebih awal, tetapi juga membangun keberanian masyarakat untuk memeriksakan diri. Bercak yang mencurigakan tidak perlu disembunyikan atau ditakuti. Yang terpenting adalah memastikan melalui pemeriksaan tenaga kesehatan. ACF menjadi langkah bersama: kader menyisir, petugas memeriksa, dan masyarakat ikut peduli. Dengan keterlibatan desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, kader, serta tenaga kesehatan, upaya menemukan kusta sejak dini diharapkan semakin kuat dan stigma terhadap penyakit tersebut perlahan dapat dihilangkan.