Dari Desa untuk Jember, Ancak Agung Jadi Momentum Rawat Tradisi dan Ukhuwah
- 23 Agustus 2026
- Dibaca 7 Kali
Bagikan Via:
Dari Desa untuk Jember, Ancak Agung Jadi Momentum Rawat Tradisi dan Ukhuwah
JEMBER, 22 Agustus 2026 – Ribuan masyarakat memadati kawasan Alun-Alun Jember, Sabtu (22/8), dalam rangkaian Anacak Agung & Sholawatan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus HUT ke-81 Republik Indonesia.
Kegiatan yang memadukan nilai keagamaan dan budaya tersebut menjadi gambaran kuat bagaimana tradisi masyarakat dapat dikemas menjadi sebuah gerakan kebersamaan berskala kabupaten.
Ada tiga rangkaian utama dalam kegiatan tersebut. Pagi hari diisi Khotmil Qur’an yang melibatkan 31 kecamatan, pendopo dan Pemkab Jember. Siang hingga sore, masyarakat mengikuti kirab budaya dengan target 1.000 ancak. Sementara malam hari dilanjutkan pengajian dan sholawatan di Alun-Alun Jember.
Bagi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Jember, kegiatan tersebut memiliki pesan penting bagi pembangunan masyarakat. Tradisi lokal dan kegiatan keagamaan dinilai dapat menjadi ruang mempertemukan berbagai elemen masyarakat, termasuk warga desa.
Kepala DPMD Kabupaten Jember, Adi Wijaya, S.STP, M.Si, menyampaikan bahwa pembangunan masyarakat tidak cukup hanya dilakukan melalui program pemerintahan. Kekuatan sosial yang tumbuh dari masyarakat juga perlu dirawat dan dikembangkan.
“Kita ingin desa terus tumbuh bukan hanya dari sisi pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga memiliki kekuatan sosial. Ketika masyarakat guyub, saling mengenal dan menjaga tradisi positif, maka itu menjadi modal besar bagi kemandirian desa,” kata Adi Wijaya.
Menurutnya, kegiatan yang mempertemukan masyarakat dari berbagai wilayah Jember dapat memperkuat rasa persaudaraan. Apalagi kegiatan tersebut membawa pesan religius melalui khotmil Qur’an, pengajian dan sholawatan, sekaligus mengangkat budaya lokal melalui kirab anacak.
Konsep tersebut dinilai relevan dengan semangat pemberdayaan masyarakat desa. Masyarakat bukan sekadar penerima manfaat pembangunan, melainkan memiliki peran untuk merancang, menjalankan dan menjaga berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bersama.
Suwar-suwir sebagai salah satu produk khas Jember menjadi bagian dari upaya mengangkat identitas lokal. Di sisi lain, keterlibatan masyarakat dalam jumlah besar menunjukkan bahwa budaya lokal masih memiliki tempat kuat di tengah kehidupan masyarakat.
DPMD Jember berharap semangat tersebut tidak berhenti di Alun-Alun Jember. Tradisi gotong royong, kegiatan keagamaan, kepedulian sosial dan penguatan potensi lokal diharapkan terus hidup di tingkat desa.(Ach)