logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Sumbersari

Skrining Aktif TBC Digelar di Kelurahan Kebonsari, Sasar Kelompok Berisiko dan Balita Stunting

  • 21 April 2026
  • Dibaca 177 Kali
Bagikan Via:
skrining-aktif-tbc-digelar-di-kelurahan-kebonsari-sasar-kelompok-berisiko-dan-balita-stunting-20260421

Skrining Aktif TBC Digelar di Kelurahan Kebonsari, Sasar Kelompok Berisiko dan Balita Stunting

JEMBER, 21 APRIL 2026 - Upaya penanggulangan tuberkulosis (TBC) terus diperkuat melalui kegiatan skrining aktif yang digelar di Kelurahan Kebonsari, Selasa 21 April 2026. Kegiatan ini diprakarsai oleh Dinas Kesehatan dan dilaksanakan Puskesmas Gladak Pakem dengan menyasar masyarakat yang memiliki risiko tinggi terpapar TBC di wilayah kerjanya yaitu Kelurahan Kebonsari dan Kelurahan Kranjingan.

Petugas penanggung jawab TBC Puskesmas Gladak Pakem, Ary Januar, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi Active Case Finding (ACF) dalam penanggulangan TBC. Menurutnya, pendekatan ini penting untuk menemukan kasus sedini mungkin sebelum menimbulkan penularan yang lebih luas.

“Kegiatan hari ini adalah ACF atau active case finding, yaitu upaya penemuan kasus TBC secara aktif di masyarakat, terutama pada kelompok berisiko, agar bisa segera ditangani,” jelas Ary.

Kepala Puskesmas Gladak Pakem, dr. Tunsiah, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di Kelurahan Kebonsari bertujuan untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat agar jangkauan pemeriksaan menjadi lebih luas dan efektif. Dengan demikian, warga tidak perlu jauh-jauh untuk mendapatkan layanan deteksi dini TBC.

“Melalui kegiatan ini, kami melakukan pemeriksaan rontgen thoraks atau foto dada untuk mendeteksi gejala yang mengarah ke TBC paru, khususnya pada kelompok berisiko,” ungkap Tunsiah.

Adapun kelompok yang menjadi sasaran dalam kegiatan ini meliputi warga yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC positif, penderita diabetes melitus, orang dengan HIV (ODHIV), serta balita yang mengalami gangguan pertumbuhan seperti stunting.

Menurut Tunsiah, skrining pada balita stunting menjadi perhatian khusus karena ada kemungkinan keterkaitan antara kondisi gizi buruk dengan infeksi tuberkulosis yang tidak terdeteksi.

“Kami juga melakukan skrining pada balita yang mengalami stunting, untuk melihat apakah kondisi tersebut berkaitan dengan TBC. Salah satu upaya deteksinya melalui pemeriksaan rontgen dada,” tambahnya.

Sementara itu, Lurah Kebonsari, Edy Hariyanto, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai langkah jemput bola yang dilakukan Puskesmas Gladak Pakem sangat membantu masyarakat, khususnya kelompok rentan, dalam memperoleh akses layanan kesehatan.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena mendekatkan layanan kesehatan langsung ke masyarakat. Ini sangat membantu percepatan deteksi dini dan penanganan TBC di wilayah Kebonsari,” ujar Edy.

Ia juga mengimbau warga untuk tidak ragu mengikuti pemeriksaan yang telah disediakan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan diri dan lingkungan sekitar.

Dengan adanya kegiatan skrining aktif ini, diharapkan kasus tuberkulosis di wilayah Kelurahan Kebonsari dapat ditemukan lebih dini sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat, sekaligus menekan potensi penyebaran penyakit di tengah masyarakat. (aji)

Galeri Foto