Forum Anak Jember Tanya Solusi Pencegahan Perkawinan Anak, Ini Jawaban Reflektif Najelaa Shihab!
- 16 April 2026
- Dibaca 238 Kali
Bagikan Via:
Forum Anak Jember Tanya Solusi Pencegahan Perkawinan Anak, Ini Jawaban Reflektif Najelaa Shihab!
JEMBER, 15 APRIL 2026 – Dalam sesi dialog yang hangat pada talkshow “Sekolah Berdaya Mencegah Pernikahan Dini”, Rabu 15 April 2026, Forum Anak Jember bersama perwakilan generasi muda menyuarakan kekhawatiran terkait tingginya angka pernikahan dini yang berdampak pada kesehatan dan masa depan anak.
Almira Raisha Kirania Azizah (18) dari SMAN 2 Jember dan Nia Ramadhani (17) dari SMK Negeri 1 Jember, mewakili Forum Anak Jember, mengajukan pertanyaan, “Adakah solusi atau masukan dari Ibu Najelaa Shihab bagi kami selaku anak dan penggerak organisasi anak agar dapat lebih berperan dalam proses pencegahan perkawinan dini di Kabupaten Jember?”
Pertanyaan tersebut dijawab secara reflektif oleh Pembina Yayasan Guru Belajar, Najelaa Shihab, yang menekankan pentingnya “hubungan reflektif” dalam keluarga sebagai benteng utama bagi anak.
Najelaa menjelaskan bahwa fenomena anak yang ingin cepat menikah kerap dipicu oleh kebutuhan akan kasih sayang yang tidak terpenuhi secara utuh di dalam keluarga. “Ketika anak selesai dengan cintanya di rumah, dia tidak akan mencari validasi atau kasih sayang semu di luar,” jelasnya.
Ia juga memberikan perhatian khusus kepada para ayah agar lebih hadir dalam kehidupan anak-anak mereka, terutama anak perempuan, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh janji manis dari pihak luar akibat kurangnya perhatian orang tua.
Selain itu, dialog tersebut menyoroti pentingnya peran sekolah sebagai ruang yang benar-benar mendengar suara anak. Najelaa menegaskan bahwa anak yang berani bertanya dan berekspresi di sekolah cenderung lebih berdaya dalam menentukan masa depan.
Ia mendorong Forum Anak Jember untuk terus menjadi katalisator bagi teman sebaya dalam membangun kesadaran akan pentingnya menuntaskan pendidikan sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.
Melalui sesi tanya jawab ini, terungkap bahwa pencegahan pernikahan dini memerlukan komunikasi dua arah yang efektif antara orang tua dan anak. Najelaa mengajak para peserta untuk memperbanyak ruang dialog dan berbagi cerita sebagai proses pembelajaran yang efektif.
Dengan membangun fondasi hubungan yang aman dan terbuka, anak akan merasa lebih didukung untuk mengembangkan potensi serta meraih cita-cita, sehingga pernikahan di usia dini tidak lagi dianggap sebagai jalan keluar. (rou)