logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Patrang

Jember Lor Mulai Bangun Kesadaran Kelola Sampah dari Tingkat Rumah Tangga

  • 17 Juni 2026
  • Dibaca 14 Kali
Bagikan Via:
jember-lor-mulai-bangun-kesadaran-kelola-sampah-dari-tingkat-rumah-tangga-20260617

Jember Lor Mulai Bangun Kesadaran Kelola Sampah dari Tingkat Rumah Tangga

JEMBER 17 JUNI 2026 - Persoalan sampah tidak lagi semata-mata dipandang sebagai urusan pengangkutan dan pembuangan ke tempat pembuangan akhir (TPA). Di tengah meningkatnya volume sampah rumah tangga dan keterbatasan kapasitas pengelolaan, pendekatan berbasis masyarakat mulai didorong sebagai solusi yang lebih berkelanjutan.

Upaya itu mulai terlihat di RW 08 Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember. Melalui sosialisasi dan pelatihan pengolahan sampah yang digelar di rumah Ketua RT 02 RW 08, Ishaq, Selasa, 16 Juni 2026, warga diajak memahami pentingnya mengelola sampah sejak dari sumbernya, yakni rumah tangga.

Kegiatan yang melibatkan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kelurahan Jember Lor, Desa Tangguh Bencana (Destana), Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos), dan warga setempat itu menjadi bagian dari upaya membangun sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui rencana pembentukan bank sampah mandiri.

Lurah Jember Lor, Moh Zaim Ilmi, mengatakan pengelolaan sampah tidak dapat sepenuhnya bergantung pada pemerintah. Menurut dia, pengurangan volume sampah hanya dapat berhasil apabila masyarakat terlibat aktif dalam memilah dan mengolah sampah dari rumah.

“Pengelolaan sampah harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga dan lingkungan tempat tinggal. Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah,” kata Ilmi.

Pernyataan tersebut itu, sejalan dengan pendekatan pengelolaan sampah modern yang menempatkan pengurangan sampah dari sumber sebagai prioritas utama. Konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dinilai menjadi langkah efektif untuk mengurangi ketergantungan pada TPA yang kapasitasnya semakin terbatas.

"Hal ini, juga sesuai dengan arahan dari Bupati Jember Muhammad Fawait yang  mewajibkan seluruh warga Jember, untuk mulai mengelola sampah secara mandiri." Tambahnya.

Ketua TP PKK Kelurahan Jember Lor, Nursyasida Tohari, mengatakan sosialisasi itu tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan warga, tetapi juga membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat.

“Saya berharap warga dapat menerapkan ilmu yang diperoleh serta menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dalam mengedukasi pengelolaan sampah,” ujarnya.

Dalam sesi pelatihan, pengurus TP PKK sekaligus penggerak bank sampah, Anik Sulastri, menekankan bahwa pembentukan bank sampah harus diawali dengan kesepahaman seluruh unsur masyarakat. Menurut dia, keterlibatan warga sejak tahap perencanaan menjadi faktor penting agar program dapat berjalan berkelanjutan.

“Kita harus mempunyai bank sampah. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengumpulkan warga, tokoh masyarakat, Ketua RW, serta ibu-ibu PKK. Selanjutnya, membuat kesepakatan bersama bahwa akan didirikan bank sampah,” katanya.

Sementara itu, pemateri dari Destana, Bagus menjelaskan bahwa sampah organik rumah tangga memiliki potensi besar untuk diolah menjadi kompos. Pemanfaatan sampah organik dinilai dapat mengurangi timbunan sampah sekaligus menghasilkan produk yang berguna bagi pertanian dan penghijauan lingkungan.

“Ketika sampah organik dapat diubah menjadi kompos dan sampah nonorganik memiliki nilai jual melalui bank sampah, masyarakat akan memperoleh manfaat ganda, berupa lingkungan yang lebih sehat sekaligus tambahan pendapatan,” tandasnya. (yud)

Galeri Foto