Dari Desa untuk Negeri, Semangat Pelajar SMPN 1 Mayang Menggema di Hadapan Gus Fawait
- 22 Juli 2026
- Dibaca 5 Kali
Bagikan Via:
Dari Desa untuk Negeri, Semangat Pelajar SMPN 1 Mayang Menggema di Hadapan Gus Fawait
Jember 22 Juli 2026– Semangat, kreativitas, dan rasa percaya diri menjadi pesan utama yang mengemuka dalam Apel Siswa Rangkaian Bunga Desaku yang sukses diselenggarakan pada Rabu, 22 Juli 2026, di SMP Negeri 1 Mayang. Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait), menjadi ruang bagi para pelajar untuk menunjukkan bakat sekaligus menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah daerah.
Sejak pagi, suasana sekolah dipenuhi antusiasme ratusan siswa. Berbagai penampilan seni ditampilkan sebagai bentuk penyambutan kepada Bupati Jember, mulai dari marching band hingga tari tradisional yang menggambarkan kekayaan budaya Jember. Tepuk tangan terus mengiringi setiap penampilan yang dibawakan dengan penuh semangat oleh para siswa.
Dalam sambutannya, Gus Fawait mengajak seluruh pelajar untuk tidak pernah merasa rendah diri hanya karena berasal dari wilayah pedesaan. Menurutnya, tempat lahir bukanlah penentu kesuksesan seseorang, melainkan keberanian untuk bermimpi, berkarya, dan terus mengembangkan potensi.
"Jangan minder meskipun kita berasal dari desa. Justru dari desa lahir ide-ide yang kreatif. Tunjukkan bakat kalian agar dunia melihat kemampuan siswa-siswi Jember. Dari desa untuk negeri, itu keren. Jangan pernah malu dengan asal kalian, tetapi buktikan bahwa kalian mampu berprestasi," ujar Gus Fawait yang langsung disambut tepuk tangan meriah para siswa.
Ia menegaskan bahwa Kabupaten Jember memiliki banyak talenta muda yang layak mendapatkan kesempatan tampil di berbagai ajang. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus berupaya membuka ruang agar kreativitas generasi muda dapat berkembang.
Kehadiran orang nomor satu di Jember itu menjadi pengalaman berharga bagi para siswa. Salah satunya dirasakan oleh Kanza, siswi kelas 9D yang dipercaya menjadi mayoret marching band dalam penyambutan Bupati.
Dengan wajah penuh semangat, Kanza mengaku bangga dapat menjadi bagian dari momen penting tersebut.
"Saya bangga sekali bisa menyambut Bapak Bupati bersama teman-teman. Semua penampilan hari ini merupakan hasil latihan kami selama ini. Semoga suatu saat nanti kami juga diberi kesempatan mengiringi Bapak Gus Fawait saat upacara Hari Kemerdekaan 17 Agustus. Itu menjadi impian kami," ungkap Kanza.
Menurutnya, tampil di hadapan Bupati menjadi pengalaman yang memotivasi dirinya dan teman-teman untuk terus berlatih agar kemampuan mereka semakin berkembang.
Tak hanya menampilkan kreativitas, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi siswa untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh Ahmad Mugi, siswa SMP Negeri 1 Mayang, yang berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap akses transportasi bagi pelajar di wilayah pedesaan.
Menurut Ahmad, masih banyak siswa yang harus menempuh perjalanan cukup jauh menuju sekolah dengan fasilitas transportasi yang terbatas.
"Harapan saya setelah bertemu Bapak Gus Fawait, semoga ke depan bisa disediakan transportasi umum untuk para siswa. Banyak teman-teman kami yang rumahnya jauh dan kesulitan berangkat ke sekolah. Semoga fasilitas seperti ini tidak hanya ada di kota, tetapi juga bisa dirasakan oleh kami yang tinggal di desa," ujarnya.
Aspirasi tersebut mendapat perhatian dari para peserta apel karena dinilai mewakili kebutuhan banyak pelajar di wilayah pinggiran Kabupaten Jember.
Rangkaian kegiatan Apel Siswa berlangsung dengan penuh semangat. Selain menjadi ajang pembinaan karakter, kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa sekolah-sekolah di wilayah pedesaan memiliki potensi besar di bidang seni, budaya, dan kepemimpinan.
Guru-guru yang hadir tampak bangga melihat keberanian para siswa tampil di depan umum sekaligus menyampaikan gagasan secara langsung kepada kepala daerah. Hal tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya membentuk kemampuan akademik, tetapi juga melatih keberanian, kepedulian, dan kemampuan berkomunikasi.
Gus Fawait juga mengingatkan bahwa setiap siswa memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita. Ia mengajak para pelajar untuk terus belajar, berlatih, dan tidak takut menunjukkan kemampuan yang dimiliki.
Menurutnya, kreativitas anak muda merupakan modal penting dalam membangun Jember yang lebih maju. Ia berharap akan lahir lebih banyak inovator, seniman, atlet, maupun pemimpin masa depan dari sekolah-sekolah di desa.
Pesan "Dari Desa untuk Negeri" yang disampaikan Gus Fawait menjadi penyemangat tersendiri bagi para siswa. Kalimat tersebut mengingatkan bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti bermimpi. Justru dari desa dapat lahir karya-karya besar yang menginspirasi Indonesia.
Apel Siswa di SMP Negeri 1 Mayang pun menjadi lebih dari sekadar kegiatan seremonial. Momentum ini mempertemukan pemerintah dengan generasi muda dalam suasana yang hangat dan penuh inspirasi. Para siswa tidak hanya menunjukkan bakat terbaik mereka, tetapi juga menyampaikan harapan agar pembangunan di bidang pendidikan terus menjangkau seluruh pelosok Kabupaten Jember.
Melalui semangat berkarya, keberanian menyampaikan aspirasi, dan dukungan dari pemerintah daerah, para pelajar SMP Negeri 1 Mayang membuktikan bahwa mimpi besar bisa tumbuh dari mana saja. Seperti pesan yang digaungkan Gus Fawait, tidak ada alasan untuk minder menjadi anak desa, sebab dari desa pula akan lahir generasi yang membawa nama Jember, bahkan Indonesia, ke panggung yang lebih luas. (HZ)