logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata

Dari Kopi hingga Potensi Desa, Summer Course Unej Dorong Pariwisata Berbasis Lokal

  • 14 Agustus 2026
  • Dibaca 30 Kali
Bagikan Via:
dari-kopi-hingga-potensi-desa-summer-course-unej-dorong-pariwisata-berbasis-lokal-20260815

Dari Kopi hingga Potensi Desa, Summer Course Unej Dorong Pariwisata Berbasis Lokal

JEMBER, 14 AGUSTUS 2026 – Rangkaian kegiatan Summer Course of Coffee: From the Bean to the Cup and Culture menjadi ruang kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam menggali serta mengembangkan potensi lokal Kabupaten Jember. Salah satu agenda yang dilaksanakan yakni Focus Group Discussion (FGD) bersama para peneliti Universitas Jember (Unej) yang mengkaji pemetaan potensi desa di Kabupaten Jember, Kamis 13 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas perspektif pengembangan pariwisata. Kopi yang selama ini dikenal sebagai salah satu komoditas unggulan Jember tidak hanya dipandang dari sisi produksi, tetapi juga dikaitkan dengan potensi budaya, kehidupan masyarakat, ekonomi kreatif, hingga karakteristik desa yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari daya tarik wisata.

Melalui FGD, para peneliti Unej bersama pemerintah daerah melakukan diskusi untuk mengidentifikasi berbagai potensi yang dimiliki desa-desa di Kabupaten Jember. Pemetaan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kekuatan dan peluang setiap wilayah untuk dikembangkan secara berkelanjutan.

Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Jember, Yunita Maharani, menyampaikan bahwa keterlibatan akademisi menjadi penting untuk memperkuat proses pengembangan pariwisata berbasis data dan potensi lokal.

“Melalui FGD ini kami ingin melihat potensi desa secara lebih menyeluruh. Bukan hanya potensi yang sudah terlihat dan berkembang, tetapi juga potensi-potensi yang mungkin belum tergali secara maksimal. Kajian dari para peneliti Unej tentu akan menjadi masukan yang sangat berharga bagi pengembangan pariwisata Jember,” ujar Yunita.

Menurutnya, setiap desa memiliki karakter dan keunggulan masing-masing. Karena itu, pengembangan pariwisata tidak dapat dilakukan dengan pendekatan yang sama untuk seluruh wilayah.

“Jember memiliki banyak potensi yang tersebar di desa-desa. Ada potensi alam, budaya, pertanian, kuliner, ekonomi kreatif, termasuk kopi. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut bisa dipetakan dengan baik, kemudian dikembangkan menjadi daya tarik yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” lanjutnya.

Yunita menjelaskan, konsep Summer Course of Coffee juga memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan pariwisata berbasis pengalaman. Kopi tidak berhenti sebagai produk, tetapi dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan proses budidaya, pengolahan, tradisi, budaya, hingga kehidupan masyarakat di wilayah penghasil kopi.

Pendekatan tersebut dinilai dapat memperkuat konsep pariwisata berbasis lokal, di mana masyarakat menjadi bagian penting dalam pengembangan destinasi. Dengan demikian, wisatawan tidak hanya datang untuk melihat sebuah tempat, tetapi juga mendapatkan pengalaman dan pengetahuan mengenai kehidupan serta potensi yang dimiliki masyarakat setempat.

Hasil pemetaan potensi desa melalui FGD diharapkan dapat menjadi salah satu bahan dalam menentukan arah pengembangan pariwisata Kabupaten Jember ke depan. Data tersebut juga dapat membantu pemerintah dalam melihat peluang pengembangan destinasi, paket wisata, ekonomi kreatif, serta produk unggulan desa secara lebih terarah.

Kolaborasi dengan Unej sekaligus menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam membangun sektor pariwisata. Pendekatan akademis dapat memberikan penguatan terhadap proses identifikasi potensi, sementara pemerintah memiliki peran dalam mendorong implementasi dan membangun ekosistem yang mendukung.

“Harapannya, hasil kajian ini tidak hanya menjadi data, tetapi bisa menjadi dasar untuk menentukan langkah berikutnya. Kami ingin potensi lokal benar-benar memiliki nilai tambah dan pada akhirnya dapat meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” pungkas Yunita.

Melalui rangkaian Summer Course of Coffee: From the Bean to the Cup and Culture, Kabupaten Jember kembali menegaskan potensi kopi sebagai bagian dari identitas daerah sekaligus membuka ruang yang lebih luas untuk menggali kekayaan desa. Dari biji kopi hingga potensi masyarakatnya, pengembangan pariwisata diarahkan untuk semakin dekat dengan kekuatan lokal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. (ram)

Galeri Foto