logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan

Perkuat Ketahanan Pangan, DKPPP Jember Dorong Ibu Rumah Tangga Mandiri Gizi Lewat B2SA

  • 25 Juni 2026
  • Dibaca 32 Kali
Bagikan Via:
perkuat-ketahanan-pangan-dkppp-jember-dorong-ibu-rumah-tangga-mandiri-gizi-lewat-b2sa-20260626

Perkuat Ketahanan Pangan, DKPPP Jember Dorong Ibu Rumah Tangga Mandiri Gizi Lewat B2SA

JEMBER, 25 JUNI 2026 – Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Jember terus bergerak memperkuat ketahanan pangan keluarga. Salah satunya melalui Sosialisasi Rumah Pangan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) di Aula DKPPP Jember, Kamis 25 Juni 2026.

Kegiatan ini menyasar kelompok ibu-ibu wilayah binaan BPP Sumbersari. Mereka terdiri atas Kelompok Wanita Tani (KWT), PKK, Dasawisma (Dawis), dan Kelompok Tani Sayur (KTS).

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Sekretaris DKPPP Jember Asrah Joyo Widono, Kepala Bidang Ketahanan Pangan drh. Welas Wahyu Widayanti, serta jajaran terkait. Sementara itu, pakar dari Politeknik Negeri Jember (Polije) Dr. Budi Utomo dihadirkan sebagai pemateri utama.

Sekretaris DKPPP Jember, Asrah Joyo Widono, menegaskan bahwa pemanfaatan pekarangan rumah merupakan langkah strategis untuk membangun kemandirian pangan masyarakat.

"Melalui program Rumah Pangan B2SA, kami ingin mendorong masyarakat agar mandiri memenuhi gizi keluarga. Pekarangan rumah harus dioptimalkan untuk menghasilkan pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman," ujar Asrah.

Ia berharap kebiasaan ini diterapkan secara berkelanjutan. Dampaknya tidak hanya meningkatkan kualitas gizi, tetapi juga memperkuat ekonomi domestik dengan mengurangi ketergantungan belanja pasar.

Dalam sesi inti, Dr. Budi Utomo membeberkan cara praktis menyulap lahan sempit menjadi produktif. Tidak sekadar teori, para ibu langsung diajak mempraktikkan pembuatan pupuk organik dari limbah domestik.

Bahan-bahan yang digunakan sangat sederhana dan mudah ditemukan di sekitar rumah. Mulai dari sampah dapur, air cucian beras, kulit pisang, hingga kotoran hewan.

Tak kalah menarik, peserta juga diajarkan teknik budi daya ikan lele di dalam galon bekas. Inovasi ini menjadi solusi jitu pemenuhan protein hewani keluarga tanpa memerlukan lahan luas.

Budi mengingatkan agar media budi daya menggunakan air yang bersih dan tidak tercemar, seperti air sumur atau air hujan. Hal ini penting agar ikan tumbuh sehat dan aman dikonsumsi.

Para peserta tampak sangat antusias. Mereka aktif berdiskusi dan berkonsultasi mengenai trik mengoptimalkan pekarangan rumah agar menghasilkan bahan pangan bernilai gizi tinggi.

Sebagai bentuk apresiasi atas semangat peserta, panitia membagikan suvenir kepada seluruh ibu-ibu yang mengikuti pelatihan hingga usai.

Melalui gerakan ini, DKPPP Jember optimistis pemanfaatan sumber daya lokal mampu menjadi solusi nyata. Targetnya adalah mewujudkan keluarga Jember yang sehat, mandiri, dan memiliki ketahanan pangan berkelanjutan. (div)

Galeri Foto