logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Pendidikan

Turut Sukseskan Pogram MBG, Personel Dinas Pendidikan Jember Terjun Ikut Survei Dapur SPPG

  • 04 Juli 2026
  • Dibaca 35 Kali
Bagikan Via:
turut-sukseskan-pogram-mbg-personel-dinas-pendidikan-jember-terjun-ikut-survei-dapur-sppg-20260705

Turut Sukseskan Pogram MBG, Personel Dinas Pendidikan Jember Terjun Ikut Survei Dapur SPPG

JEMBER, 04 JULI 2026 - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember bergerak cepat memastikan akurasi data dan kualitas Program Makan Bergizi Gratis di lapangan. Langkah proaktif ini diwujudkan melalui survei dan validasi menyeluruh terhadap 216 Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) yang tersebar di seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Jember, Jumat 03 Juli 2026.

Langkah ini diambil bukan sekadar untuk memenuhi kewajiban administratif. Pemkab Jember ingin memastikan hak nutrisi ribuan penerima manfaat terpenuhi secara optimal, higienis, dan tepat sasaran. Setiap harinya, tim gabungan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember, turun langsung memvalidasi 8 hingga 12 titik SPPG, bergerak intensif dari pagi hingga malam hari.

Skala program ketahanan gizi ini tergolong masif. Satu titik SPPG bertanggung jawab penuh atas pemenuhan gizi bagi 2.000 hingga 3.000 penerima manfaat yang terdiri atas anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Volume produksi yang besar ini menuntut akurasi data yang tinggi di lapangan agar tidak ada satu pun warga yang berhak justru terlewatkan.

Perwakilan dari Dinas Pendidikan Jember yang turun langsung ke lapangan, Suryadi, menegaskan bahwa validasi ini merupakan misi kemanusiaan demi masa depan generasi bangsa. Bagi Dispendik, memastikan kelancaran alur distribusi makanan adalah kunci utama menjaga energi belajar anak-anak di sekolah.

"Saat turun ke lapangan, kami tidak hanya menghitung jumlah piring atau mencentang lembar evaluasi. Kami melihat langsung keceriaan anak-anak karena kebutuhan gizi mereka terpenuhi dengan baik. Tugas kami di Dinas Pendidikan adalah memastikan alur distribusi ini tanpa hambatan, sehingga energi mereka untuk belajar tetap terjaga," ujar Suryadi di sela-sela kegiatannya.

Tantangan terbesar dari masifnya program ini berada di pundak para pengelola dapur yang harus menjaga manajemen waktu, kebersihan, dan standar nutrisi yang ketat. Di SPPG Al Qodiri, misalnya, kesibukan dapur telah dimulai sejak subuh. Para juru masak tanpa lelah mengolah bahan pangan lokal segar demi mengejar tenggat waktu distribusi tanpa mengurangi kualitas gizi sedikit pun.

Kepala Dapur SPPG Al Qodiri, Erynka Iryaning Aulya, mengungkapkan bahwa seluruh timnya mendedikasikan waktu dan tenaga demi menyajikan porsi terbaik. Kehadiran tim survei dari OPD pun disambut hangat sebagai bentuk dukungan nyata dan sarana evaluasi yang konstruktif bagi operasional dapur.

"Setiap hari kami mengolah makanan untuk 2.369 anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di wilayah ini. Ini tanggung jawab besar sekaligus membanggakan. Kunjungan dari Dinas Pendidikan dan OPD lain membuat kami merasa didukung, karena kami bisa menyampaikan langsung kebutuhan riil di dapur ini," ungkap Erynka.

Melalui survei interpretatif ini, Pemkab Jember berkomitmen untuk terus menyempurnakan sistem ketahanan gizi daerah secara berkelanjutan. Data yang dihimpun dari 216 SPPG akan menjadi kompas utama dalam menentukan arah kebijakan anggaran dan logistik ke depan. Program ini menegaskan bahwa intervensi gizi adalah investasi jangka panjang Pemkab Jember untuk memutus rantai stunting serta membangun sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. (jea)

Galeri Foto